TARAKAN – Keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 11 Tarakan, yang saat ini masih menempati sekolah transit di SMPN 14 Tarakan.
Kepala SNT 11 Tarakan, Friny Napasti, mengatakan keterbatasan fasilitas menjadi kendala dalam proses belajar mengajar, karena sekolah belum memiliki gedung sendiri.
“Kendala utama saat ini adalah sarana dan prasarana pembelajaran, karena kami masih berada di sekolah transit. Namun, fasilitas terus dilengkapi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga kendala tersebut secara bertahap dapat diatasi,” katanya, Kamis (10/9/2026).
Meski demikian, Friny memastikan proses pembelajaran tetap berjalan normal. Sebanyak 80 siswa telah mengikuti kegiatan belajar reguler yang didukung 14 Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP), sehingga tidak ada kekurangan guru untuk jenjang SMP maupun SMA.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tarakan, yang terus membantu penyelenggaraan SNT 11 Tarakan selama menempati sekolah transit.
Menurut Friny, Wali Kota Tarakan, Khairul melalui Dinas Pendidikan memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas belajar. Di sisi lain, pemerintah kota juga mendukung percepatan pembangunan gedung permanen dengan menyiapkan lahan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Tarakan yang terus mendukung proses pengembangan SNT 11 Tarakan, termasuk percepatan pembangunan sekolah,” ujarnya.
Friny berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dapat mempercepat pemenuhan fasilitas pembelajaran, sehingga program unggulan SNT dapat berjalan lebih optimal.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


