TARAKAN – Sebanyak 157 penari siap tampil dalam Festival Iraw Tengkayu, 12 Oktober 2025 mendatang. Budayawan Tidung sekaligus Pengarah Prosesi Penurunan Padaw Tuju Dulung, Datu Norbeck mengatakan, latihan telah berlangsung intensif sejak satu setengah bulan lalu. Awalnya digelar di SMP 3 Tarakan, lalu dilanjutkan di Pantai Amal selama tiga hari terakhir.
“Sudah latihan sekitar 1,5 bulan. Kemudian mulai hari Sabtu Minggu Senin kemaren, sudah 3 hari latihan di Pantai Amal,” ujar Datu Norbeck, Selasa (7/10/2025).
Latihan akan terus berlanjut hingga Jumat (10/10/2025). “Hari Kamis itu nanti gladi kotor, kemudian Jumat itu geladih bersih,” tambahnya.
Penari terdiri dari pelajar SLTA se-Kota Tarakan dan anggota Sanggar Budaya Tradisional Paguntaka, dengan sekitar 50 orang berasal dari sanggar.
Kata Datu Norbeck, tarian berdurasi sekitar 27 menit ini dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing memiliki makna filosofis tersendiri.
“Bagian pertama bersumber dari kesenian Tari Melayu Tidung, kedua dari kesenian Jepin, dan ketiga dari kesenian Iluk. Bagian pertama melambangkan hubungan manusia dengan alam, kedua hubungan manusia dengan manusia, dan ketiga hubungan manusia dengan alam spiritual,” jelasnya.
Usai penurunan Padaw Tuju Dulung, masyarakat juga akan diajak menari bersama dalam Jepin Pergaulan, sebuah tarian rakyat yang mencerminkan kegembiraan dan kebersamaan. Festival Iraw Tengkayu sendiri menjadi momentum besar bagi masyarakat Tidung untuk melestarikan tradisi maritim dan kesenian yang telah turun-temurun diwariskan di Tarakan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


