TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan panen raya padi sawah yang digelar di Kelurahan Mangkurawang, Rabu (10/9/2025), hasil kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kegiatan panen yang berlangsung di lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidodadi Mangkurawang itu menjadi simbol sinergi antarpemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan, terutama menghadapi peningkatan kebutuhan beras di Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, mengatakan, Kukar selama ini memegang peran strategis sebagai penopang utama pangan di Kaltim. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 46 persen lahan pertanian produktif Kaltim berada di wilayah Kukar, dengan produksi padi mencapai lebih dari 115 ribu ton gabah kering giling setiap tahun.
“Pertanian menjadi sektor prioritas yang terus kita dorong, baik dari aspek produksi, infrastruktur, maupun sumber daya manusianya,” jelas Ahyani.
Ia menyebutkan, Pemkab Kukar telah menetapkan lima kawasan pengembangan pertanian dengan total luas lebih dari 8.000 hektare. Dukungan pemerintah pun terus diperluas, mulai dari modernisasi alat pertanian, akses permodalan, hingga penguatan penyuluh pertanian swadaya yang kini telah berjumlah 250 orang.
“Kolaborasi ini penting untuk memastikan petani mendapat pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui arah kebijakan pembangunan Kukar Idaman Terbaik dan visi 2025–2030, Pemkab Kukar bertekad menjadikan daerah ini sebagai fondasi utama pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau di Kalimantan Timur. Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, dengan pertanian sebagai kekuatan utamanya. (Adv)


