Kopi Luwak Perangat Baru, Cita Rasa Premium dari Marangkayu yang Tembus Pasar Regional

TENGGARONG – Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, kini punya kebanggaan baru di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk kopi luwak khas desa ini berhasil menarik perhatian pasar regional, bahkan menembus Samarinda dan Balikpapan. Kualitasnya yang unggul menjadikannya ikon baru ekonomi kreatif Marangkayu.

Camat Marangkayu, Ambo Dalle, menyebut kopi luwak asal Perangat Baru memiliki karakter dan cita rasa berbeda dibanding produk sejenis di daerah lain. Nilai jualnya yang tinggi menunjukkan potensi besar bagi masyarakat setempat.

“Permintaan kopi luwak dari Perangat Baru terus meningkat. Harganya bisa mencapai Rp4 juta per kilogram, dan itu menunjukkan betapa besar potensi ekonominya,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang diberikan perusahaan sekitar. Para pelaku UMKM mendapat pelatihan teknik produksi hingga studi banding untuk meningkatkan kualitas biji kopi serta pengemasan produk.

“Kemasan sekarang sudah lebih modern dan menarik, hasil kolaborasi pelaku UMKM dengan perusahaan yang ikut memberi pendampingan desain,” jelas Ambo Dalle.

Ambo menambahkan, pengembangan kopi luwak akan terus digalakkan agar memberi manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan pihak swasta terus mengalir demi memperkuat daya saing UMKM di Marangkayu.

“Kalau potensi ini dikelola dengan baik, kopi luwak bisa menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER