SENDAWAR – Alsiyus resmi menakhodai KONI Kutai Barat setelah terpilih secara aklamasi dan dilantik langsung Ketua KONI Provinsi Kaltim, Rusdiansyah Aras, di Lamin Melayu Taman Budaya Sendawar (TBS), Selasa (12/5/2026) pukul 09.51 WITA.
Usai dilantik, Alsiyus langsung menyiapkan agenda pembenahan organisasi, pembinaan cabang olahraga (cabor), hingga peningkatan kesejahteraan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026.
Dalam sambutannya, Alsiyus menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membenahi tata kelola organisasi, mulai dari pendataan aset, evaluasi persoalan internal, hingga memetakan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Seluruh cabor nantinya diminta menyusun proposal kegiatan secara rinci agar pengelolaan anggaran berjalan transparan dan sesuai aturan.
“Semua harus jelas item per-itemnya, karena anggaran yang keluar harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Alsiyus.
Ia menyebut dalam waktu dekat KONI Kubar akan turun langsung mengunjungi tempat latihan atlet dan cabor untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk kesiapan atlet menghadapi agenda olahraga mendatang.
Menurutnya, prestasi tidak cukup hanya mengandalkan semangat atlet, tetapi juga harus ditopang pembinaan yang terukur dan dukungan anggaran memadai.
Alsiyus juga menyoroti bonus atlet berprestasi di Kutai Barat yang dinilai masih perlu dievaluasi. Saat ini bonus atlet peraih medali emas di Kutai Barat berada di angka Rp30 juta, sementara di Mahakam Ulu disebut sudah mencapai sekitar Rp75 juta.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar atlet yang telah berjuang membawa nama daerah mendapat penghargaan yang lebih layak. Karena itu dalam waktu dekat kami akan mengajukan hearing dengan DPRD untuk membahas kebutuhan olahraga daerah, termasuk pembinaan cabor, dukungan anggaran hingga peningkatan bonus atlet,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan atlet menjadi bagian penting dalam membangun motivasi dan prestasi olahraga daerah.
“Bagaimana mau menuntut atlet meraih prestasi kalau ketika mereka menang apresiasi yang diberikan masih belum maksimal. Ini yang akan kami perjuangkan,” tegasnya.
Selain itu, Alsiyus mengungkapkan persiapan Kutai Barat menuju Porprov Kaltim juga mendapat dukungan anggaran dari pemerintah daerah sebesar sekitar Rp10 miliar.
“Rp10 miliar ini akan dicairkan dua tahap, di APBD Murni Rp5 miliar dan APBD Perubahan Rp5 miliar,” jelasnya.
Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mendorong kemajuan olahraga daerah.
Selain fokus pada pembinaan atlet, Alsiyus juga berharap KONI Kubar ke depan memiliki kantor permanen sendiri agar tidak terus bergantung pada tempat sewa.
“Informasi yang saya dengar, semoga tidak salah, kurang lebih sekitar Rp10 miliar. Kami juga berharap KONI ke depan punya kantor sendiri agar pembinaan dan konsolidasi organisasi bisa berjalan lebih maksimal lagi,” pungkasnya. (MK)
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S


