KMP Selumit Terkendala Modal, Harga Pasar Murah Jadi Tantangan

TARAKAN – Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Selumit Kota Tarakan yang sempat menjadi koperasi pertama berdiri di Kaltara, kini harus berjuang mandiri tanpa dukungan modal dari pemerintah. Kondisi ini membuat koperasi belum bisa melayani masyarakat secara maksimal.

Ketua KMP Selumit, Saifullah, mengungkapkan sejak berdiri beberapa bulan lalu, koperasi masih bertahan hanya dengan swadaya pengurus. Belum ada pencairan dana Himbara yang dijanjikan.

“Alhamdulillah koperasi masih eksis karena pengurus bahu membahu. Tapi sampai hari ini dana Himbara belum masuk sejak koperasi dibuka. Aturannya terus berubah, PMK dicabut dan diganti,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Selain itu, Saifullah mengaku sosialisasi ke masyarakat juga belum berjalan optimal karena koperasi lebih fokus menjaga operasional tetap hidup di tengah situasi yang tak menentu.

Tak hanya soal modal, KMP juga kesulitan bersaing dengan pelaku usaha swasta dan instansi pemerintah yang kerap menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) dengan harga barang sangat rendah, bahkan di bawah modal.

“Kalau instansi ulang tahun, mereka jual kebutuhan pokok sangat murah. Bahkan di bawah modal koperasi. Itu yang bikin kami susah menjual produk,” jelasnya.

Sebagai contoh, beras SPHP dari Bulog dibeli KMP seharga Rp 61 ribu dan dijual Rp 63 ribu. Namun ada instansi yang justru menjualnya Rp 60 ribu. “Artinya mereka jual di bawah harga modal. Kami tidak mengerti kenapa bisa begitu. Akhirnya produk kami sulit laku,” katanya.

Saifullah juga menyebut ada Satgas yang menjual barang di bawah harga modal karena mendapat subsidi, sehingga koperasi makin sulit bersaing.

Meski dihantam banyak tantangan, Saifullah menegaskan KMP Selumit tidak menyerah. Pihaknya kini merangkul koperasi-koperasi lain di Tarakan untuk saling menguatkan.

“Kami ingin Tarakan jadi kota pertama yang koperasinya berjalan 100 persen. Dua minggu ini kami intens gelar pasar murah bersama beberapa koperasi kelurahan seperti Sebengkok, Juata Permai, dan Mamburungan Timur,” tuturnya.

Dia berharap langkah ini dapat menjaga perputaran modal koperasi sambil menunggu kepastian bantuan pemerintah pusat. “Alhamdulillah ini jadi awal perputaran kami meski kemampuan masih terbatas,” pungkasnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER