Khairul Ingatkan Pejabat Pemkot Tarakan: Hati-hati dalam Bicara

TARAKAN – Situasi nasional yang sedang memanas menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini mendorong adanya imbauan agar setiap pejabat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada masyarakat.

Hal tersebut juga berlaku di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, di mana pemerintah setempat mengingatkan agar setiap aparatur dan pejabat publik menjaga ucapan serta tidak membuat pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Wali Kota Tarakan, Khairul meminta  penjabat publik untuk lebih berhati-hati dalam memberi statement menyusul kondisi Indonesia yang sedang memanas. Orang nomor satu di Tarakan tersebut meminta pejabat publik untuk lebih irit dalam bicara.

“Sebenarnya kita kan dalam situasi seperti ini ya kalau kita lihat kan lebih banyak pada mungkin ya tetap mungkin membuat apa namanya ya tidak membuat statement-statement yang bisa memprovokasi dan lain-lain seperti itu ya,” kata Khairul, Minggu, (31/8/2025).

Menurutnya, dalam kondisi tertentu, setiap ucapan pejabat publik bisa menjadi sorotan dan menimbulkan tafsir yang berbeda-beda di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dia mengingatkan agar seluruh pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menahan diri dan tidak mudah mengeluarkan pernyataan yang tidak perlu.

Kata Khairul, di lingkungan Pemkot Tarakan, dirinya sudah meminta menjaga bicaranya. Jika memang tidak diperlukan, pejabat diminta untuk tidak berbicara.

“Jangan memperkeruh, jangan memancing suasana sehingga menjadi panas ya. Saya kira lebih bagus diam kalau tidak perlu amat begitu. Tetapi kalau misalnya ada dialog, diskusi ya kita siap saja kalau untuk diskusi ya,” jelasnya.

Dia menegaskan, ketenangan suasana kota adalah hal yang sangat penting untuk dipelihara bersama. Jangan sampai situasi nasional yang sedang memanas ikut berimbas pada kondisi sosial di Tarakan.

Menurutnya, keheningan lebih baik daripada ucapan yang bisa ditafsirkan negatif dan menimbulkan masalah baru. Khairul berharap Tarakan tetap aman, tenteram, damai begitu. Pejabat juga diminta untuk untuk tidak berlebihan membuat acara. Oleh karena itu, pihaknya meminta untuk mengindari.

“Walaupun itu dalam situasi bagaimana kan kadang-kadang juga orang suka. Ya itu kan ya senang-senang tapi kadang-kadang kan diterjemahkan spontan-spontan tapi diterjemahkan kan itu kadang-kadang ya dalam situasi orang lagi hidup tidak enak itu kan lagi bisa diartikan macam-macam gitu,” katanya.

Dengan adanya imbauan tersebut, Khairul ingin memastikan bahwa Tarakan tetap berada dalam kondisi stabil. Dia berharap agar seluruh elemen masyarakat, termasuk pejabat publik, tokoh masyarakat, maupun organisasi, menjaga keharmonisan dan tidak  dengan pernyataan maupun kegiatan yang berlebihan. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER