Kelangkaan Solar Masih Menjadi Momok bagi Nelayan

BERAU – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Berau bergantung pada sektor perikanan sebagai sumber mata pencaharian, tetapi kelangkaan solar masih menjadi momok yang menghambat kebutuhan utama untuk melaut.

Menyoroti persoalan itu, Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung mendesak pemerintah daerah untuk segera mencari solusi konkret agar kebutuhan dasar nelayan terpenuhi.

“Jika persoalan solar ini tidak segera dicarikan solusi, para nelayan akan terhambat dalam mencari nafkah akibat sulitnya mendapat BBM (Bahan Bakar Minyak),” tegasnya.

Dijelaskannya, pendapatan nelayan bergantung pada hasil melaut. Sehingga keluhan terkait BBM selalu disampaikan setiap kali reses. “Bahkan, banyak di antara mereka yang terpaksa membeli BBM dari sumber selain SPBU, yang harganya lebih mahal,” bebernya.

Menurutnya, solusi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) agar pasokan BBM lebih mudah diakses.

“Sebenarnya, rencana pembangunan SPBN di Tabalar pernah diusulkan oleh Pemerintah Daerah melalui pihak ketiga. Namun, hingga kini belum terealisasi,” tegasnya.

Untuk solusi jangka panjang, Nurung menilai pembangunan SPBN permanen di Tabalar menjadi langkah paling efektif. Rencana pembangunan SPBN di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, telah mulai direalisasikan.

“Kami berharap Pemkab Berau segera menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, masyarakat Tabalar sepenuhnya menggantungkan perekonomian mereka pada sektor perikanan,” kuncinya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER