Kelangkaan Bahan Baku Bayangi Pelaksanaan MBG di Tarakan

TARAKAN – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan mulai menghadapi tantangan serius di lapangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku lokal. Operasional enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berjalan serentak memicu kenaikan harga dan kelangkaan sejumlah komoditas di pasaran.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Tarakan, Dewi Triadah Rahmawati, mengungkapkan bahwa permintaan tinggi dari seluruh dapur pelaksana membuat beberapa bahan pangan lokal sulit diperoleh.

“Bahan yang biasa kami gunakan sekarang mulai langka karena semua dapur mencarinya. Akibatnya, kami terpaksa memakai bahan non-lokal seperti ikan Dori agar kebutuhan protein anak-anak tetap terpenuhi,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Keterbatasan pasokan juga terjadi pada komoditas sayur, sehingga sebagian bahan harus didatangkan dari luar Tarakan. Kondisi ini dikhawatirkan semakin memburuk jika program MBG diperluas tanpa dukungan terhadap produksi lokal.

Pihak SPPG berharap ada langkah konkret dari instansi terkait, untuk memperkuat rantai pasok bahan baku, termasuk mendorong kerja sama dengan kelompok tani dan pelaku usaha lokal. “Kalau bahan terus menipis, keberlanjutan program bisa terganggu,” tambah Dewi.

Saat ini, program MBG di Tarakan telah menjangkau 18.393 siswa dan mulai diperluas untuk melayani kelompok rentan 3B (Bumil, Busui, dan Balita) melalui mekanisme penyaluran di Posyandu dan Puskesmas.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER