TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mempercepat pengembangan komoditas unggulan di sepanjang garis perbatasan. Fokus program mencakup kelapa, kopi, dan coklat, yang dinilai memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menyebutkan pemerintah daerah sedang menyiapkan proposal ke Kementerian Pertanian agar anggaran program bisa segera dicairkan. “Proposalnya kita kebut agar bisa segera terealisasi,” katanya di Tarakan, belum lama ini.
Selain perkebunan, pemerintah juga menargetkan pencetakan sawah baru seluas 7.000 hektare. Menteri Pertanian bahkan siap mendukung hingga 20.000 hektare jika masyarakat menyediakan tambahan lahan. Untuk mendukung ketersediaan minyak goreng, Pemprov Kaltara menggandeng sekitar 20 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah ini. CPO dari PKS akan diolah menjadi minyak goreng lokal, sehingga kebutuhan daerah dapat terpenuhi.
Meski begitu, pemerintah masih menghadapi kendala lahan yang masuk kawasan izin kehutanan. Koordinasi dengan Kementerian Kehutanan akan segera dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini.
Langkah ini melanjutkan keberhasilan Pemprov memanfaatkan tanah tidur sebelumnya. Dari usulan awal 1.000 hektare, 405 hektare berhasil dikeluarkan dari kawasan HGU perusahaan untuk pertanian masyarakat.
Gubernur Zainal menegaskan, semua upaya ini bertujuan mewujudkan kebutuhan petani dan nelayan Kaltara. “Yang penting kita berusaha, giat bekerja, dan terus mengikuti perkembangan di kementerian,” ujarnya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


