TARAKAN – Sebanyak 186 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Tarakan dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada 4 Mei 2026 melalui embarkasi Balikpapan. Keberangkatan jemaah tahun ini mengalami sedikit perubahan dari jumlah awal.
Dari total 188 jemaah, terjadi mutasi keluar dan masuk sehingga jumlah akhirnya menjadi 186 orang. “Awalnya 188 jemaah, namun ada yang mutasi keluar, sehingga total menjadi 186 jemaah,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tarakan, H. Asmawan, Selasa (28/4/2026).
Seluruh jemaah yang akan berangkat telah mengikuti rangkaian persiapan, termasuk pelepasan resmi oleh pemerintah daerah. Dalam kegiatan tersebut, tercatat 168 jemaah hadir. Karena keterbatasan kapasitas pesawat dari Tarakan, pemberangkatan dibagi dalam dua penerbangan di hari yang sama.
“Kloter pertama sekitar 102 orang berangkat pukul 10.30 Wita, sisanya pukul 15.30 Wita,” jelasnya.
Setibanya di Arab Saudi, jemaah Tarakan tergabung dalam kloter 7 dan dijadwalkan terlebih dahulu menuju Madinah, untuk menjalani ibadah arbain selama kurang lebih sembilan hari sebelum melanjutkan ke Makkah.
“Ibadah haji berlangsung sekitar 40 hari. Jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 16 Juni dan tiba di Tarakan sehari setelahnya,” katanya.
Selain kesiapan administrasi, faktor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Beberapa jemaah bahkan tidak diberangkatkan karena tidak memenuhi syarat kesehatan. “Aspek kesehatan sangat penting, termasuk bagi jemaah hamil yang harus melalui pertimbangan medis,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, jemaah juga akan didampingi petugas haji serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) selama berada di Tanah Suci.
Pihaknya berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


