TARAKAN – Isu rencana penghapusan program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri belakangan menjadi perhatian di dunia pendidikan tinggi. Namun, kebijakan yang berkembang disebut lebih mengarah pada penguatan kualitas program studi, bukan penutupan.
Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Prof. Yahya Ahmad Zein memastikan seluruh program studi di kampusnya tetap berjalan normal. Saat ini, UBT memiliki 35 program studi yang semuanya tetap eksis tanpa ada yang dihentikan.
“Penerimaan mahasiswa baru juga tetap dilaksanakan seperti biasa dengan kuota yang tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Prof Yahya, Rabu (6/5/2026).
Kondisi ini menunjukkan tidak ada kebijakan yang berdampak langsung pada pengurangan atau penutupan program studi di lingkungan kampus. Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), UBT kini menitikberatkan pada penguatan program studi.
Upaya ini dilakukan agar tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan dan perkembangan masyarakat. “Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia kerja sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan,” harapnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


