Hujan Dini Hari Masih Mengintai Tarakan, Ini Penjelasan BMKG

TARAKAN – Hujan pada dini hari hingga pagi masih berpotensi mengguyur Kota Tarakan dalam beberapa hari ke depan. Meski diprakirakan hanya berintensitas ringan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra, mengatakan berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca, Tarakan masih berpotensi mengalami hujan ringan pada 13 hingga 15 Juli 2026. Hujan diperkirakan lebih dominan terjadi saat dini hari hingga pagi.

“Untuk tiga hari ke depan wilayah Kota Tarakan berpotensi terjadi hujan ringan, terutama pada dini hari atau pagi. Tidak ada potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat maupun angin kencang,” ujar Reza, Senin (13/7/2026).

Dia menjelaskan, hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kalimantan Utara pada dini hari dipicu oleh dinamika atmosfer berupa aktifnya gelombang Rossby ekuatorial. Fenomena tersebut merupakan gelombang atmosfer yang membawa kumpulan awan hujan di kawasan ekuator dan bergerak dari timur ke barat melintasi Kalimantan Utara.

Menurut Reza, kondisi tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan, sehingga menyebabkan hujan di sejumlah wilayah, termasuk Tarakan.

Meski demikian, hasil analisis BMKG menunjukkan belum ada indikasi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Selain cuaca, BMKG juga memperbarui prakiraan tinggi gelombang di perairan Kalimantan Utara untuk periode 13-15 Juli 2026. Tinggi gelombang di Perairan Nunukan-Sebatik, Perairan Tarakan, hingga Perairan Tanjung Selor diprakirakan berada pada kategori rendah atau di bawah 1,25 meter.

“Dengan kondisi tersebut, aktivitas melaut bagi nelayan relatif aman. Namun kondisi di laut dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga nelayan maupun operator kapal tetap diminta waspada dan terus memantau perkembangan cuaca perairan,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca. Warga juga diminta memperoleh informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi Info BMKG, situs BMKG, maupun media sosial resmi BMKG.

“Keselamatan harus tetap menjadi prioritas, khususnya bagi nelayan dan operator kapal. Selalu pantau informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas,” pungkas Reza.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER