Hotspot dan Asap Kiriman Picu Kabut Asap di Bulungan

TANJUNG SELOR – Kabut asap mulai terasa beberapa hari terakhir di langit Bulungan dan sekitarnya. Kondisi ini diperparah dengan munculnya titik api hingga kebakaran yang melanda kawasan hutan dan lahan.

Upaya pemadaman terus dilakukan semua pihak, selain BPBD, PMK juga ada polisi yang mengerahkan mobil pemadamnya guna membantu padamkan api. Mereka terus berjibaku dari siang, subuh, hingga malam hari.

Berdasarkan pemantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan, Tanjung Selor, fenomena ini merupakan kabut asap (smoke).

Dimana secara umum jarak pandang (visibility) horizontal berada pada kisaran 4 hingga 8 kilometer dalam beberapa hari ini.

“Namun jarak pandang di sini masih tergolong aman untuk aktivitas penerbangan maupun jalur darat dan sungai. Akan tetapi dalam hal kepadatan asap mulai pelan-pelan menurunkan kualitas udara di wiilayah Bulungan,” ucap Forcester BMKG Tanjung Harapan, Sylvi Yulianti kepada wartawan, Kamis (20/8/2027).

Adapun tercatat pada pagi hari ini, Kamis, (20/8/ 2026) pukul 09.00 WITA Konsentrasi Partikulat (PM2.5) Tanjung Harapan kualitas udara masuk dalam kategori sedang yaitu 33.2 μg/m³.

“Kabut asap terkonsentrasi di beberapa wilayah akibat kombinasi titik panas (hotspot) lokal dan asap kiriman. ​Lokal Bulungan, titik hotspot terdeteksi karhutla atau kebakaran lahan, seperti Kecamatan Tanjung Selor (termasuk Desa Tanjung Agung, Apung, dan Selimau) serta Tanjung Palas Timur, daerah Tanah Kuning,” kata Sylvi.

Ditambah lagi dengan ​Asap Kiriman karena angin permukaan bertiup dominan dari arah Selatan ke Utara, sehingga membawa massa udara dan partikel asap dari daerah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat yang juga memiliki titik panas (hotspot). Hal ini membuat asap berkumpul di wilayah utara Kalimantan.

“Kami memprakirakan wilayah Kalimantan Utara berada dalam puncak musim kemarau hingga Oktober 2026, yang artinya potensi kabut asap masih dapat terjadi hingga bulan depan, selama titik hotspot karhutla belum padam sepenuhnya atau justru semakin bertambah,” tuturnya.

Hujan yang terjadi saat ini merupakan hujan konvektif lokal. Akibat suhu udara permukaan yang cukup tinggi, pembentukan awan terjadi secara sporadis di lokasi-lokasi tertentu saja.

Selain itu, tingginya konsentrasi partikel asap di udara dapat menghambat proses kondensasi awan, untuk menjadi butiran hujan yang cukup berat. Sehingga belum cukup merata untuk menghilangkan asap ataupun memadamkan titik hotspot

Dari menurunnya kualitas udara, BMKG Tanjung Harapan titip pesan kepada seluruh masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan jika bisa untuk menghindari pembakaran lahan agar tidak memperparah kondisi asap. (*)

Pewarta: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER