Harga Lombok Melambung, DPRD Angkat Bicara

TANJUNG SELOR – Naiknya harga lombok di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, menuai sorotan dari DPRD Bulungan. Pasalnya, harga jual komoditas tersebut di pasaran maupun di toko kelontong mengalami lonjakan cukup signifikan sejak momen Lebaran dan Idulfitri beberapa waktu lalu.

Kenaikan harga tersebut terbilang cukup tinggi dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga lombok kini dibanderol hingga Rp200 ribu sampai Rp250 ribu per kilogram. Kondisi ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan yang sangat bergantung pada bahan baku lombok.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Bulungan, Sunaryo, mengaku terkejut sekaligus heran dengan lonjakan harga yang terjadi. Menurutnya, kenaikan harga yang begitu tinggi perlu segera ditelusuri penyebab pastinya agar tidak terus berlarut-larut.

Oleh karena itu, politisi Partai NasDem tersebut mendorong pemerintah daerah, khususnya dinas teknis terkait, untuk segera turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan. Ia menilai langkah ini penting agar pemerintah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai faktor penyebab kenaikan harga, baik dari sisi distribusi, pasokan, maupun permintaan.

“Kami mendorong pemerintah, khususnya dinas terkait seperti DKUKMPP dan juga Dinas Pertanian, untuk segera mengkroscek apa yang menyebabkan harga lombok ini naik,” kata Sunaryo saat dikonfirmasi lewat sambungan selulernya, Rabu (25/3/2026).

Lebih lanjut, ia mempertanyakan apakah lonjakan harga tersebut dipicu oleh tingginya permintaan pasca Lebaran yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok di pasaran atau faktor terkait lainnya.

Menurutnya, hal ini perlu dipastikan, agar langkah penanganan yang diambil bisa tepat sasaran. Sunaryo juga menyoroti bahwa secara logika, harga lombok lokal seharusnya tidak terlalu tinggi. Hal ini karena komoditas tersebut tidak terbebani biaya distribusi yang besar, berbeda dengan lombok yang didatangkan dari luar daerah.

“Padahal kalau lombok lokal, saya pikir tidak begitu mahal, karena tidak terlalu dibebankan biaya pengiriman. Beda halnya jika lombok tersebut didatangkan dari luar daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila dalam kurun waktu satu pekan ke depan harga lombok dan sejumlah bahan pokok penting lainnya tidak kunjung mengalami penurunan, DPRD Bulungan tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah lanjutan berupa inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Bentuk reaksi kita kemungkinan begitu, namun masih dipertimbangkan bersama unsur pimpinan DPRD yang lain,” ujarnya.

Selain mendorong langkah cepat dari pemerintah, Sunaryo juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi kenaikan harga bahan pokok.

Ia menyarankan agar warga mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pokok sederhana, salah satunya lombok.

Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, sekaligus mengantisipasi lonjakan harga di kemudian hari.

“Ke depan, masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pokok penting, minimal menanam lombok. Jadi ketika harga naik, tidak terlalu panik karena ketersediaan sudah ada. Ini saya pikir solusi jangka panjangnya,” tutupnya.

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER