
BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menyoroti embung di Kampung Teluk Alulu yang belum berfungsi, padahal adanya embung tersebut menjadi solusi kebutuhan air bersih.
Dia mengatakan, masyarakat di Pulau Maratua tentu sangat menantikan embung tersebut difungsikan. “Tentunya masyarakat kecewa dan mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti program yang dinilai vitaltersebut,” katanya.
Dirinya mengaku sangat menyayangkan, karena program embung ini sebenarnya sangat membantu warga di Kampung Teluk Alulu. “Tapi kenapa sampai saat ini belum juga direalisasikan? Itu yang saya pertanyakan,” tegasnya.
Ia menilai mangkraknya proyek tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan potensi pemborosan anggaran. Sutami pun mengingatkan agar proyek-proyek serupa tidak hanya menjadi ajang keuntungan bagi pihak kontraktor semata.
“Saya berharap hal ini segera ditindaklanjuti. Jangan sampai proyek embung ini hanya menguntungkan pihak kontraktor saja. Sangat miris apabila ada proyek-proyek seperti ini justru layu sebelum berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi infrastruktur yang rusak sebelum digunakan menjadi bukti lemahnya perencanaan dan pengawasan dari instansi terkait. Apalagi lokasi embung berada di pulau terluar yang jauh dari jangkauan pantauan rutin.
Ia pun meminta agar Pemkab Berau segera melakukan evaluasi dan memastikan proyek embung Teluk Alulu dapat segera difungsikan demi kepentingan masyarakat luas. Terlebih, Keberadaan embung ini di Maratua, yang merupakan pulau terluar, menjadikannya sangat jauh dari pantauan.
“Maka dari itu, menjadi tugas kami sebagai wakil rakyat dari dapil pesisir untuk mengawasi, mengingatkan, menyampaikan, dan mengkritisi hal-hal seperti ini,” pungkasnya. (adv)


