PASER – Sebanyak 60 atlet paralayang nasional serta peserta dari lima negara dipastikan ambil bagian dalam International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Paser Series pertama yang akan digelar di Sultan Hill, Desa Lempesu, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, pada 4–7 Juni 2026.
Lima negara yang akan turut berpartisipasi dalam event tersebut yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Belanda, dan Ukraina.
Kejuaraan internasional perdana itu menjadi salah satu ajang olahraga dirgantara terbesar yang digelar di Kabupaten Paser.
Kepala Cabang Paralayang Pengkab Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paser, Alfansuri Hidayat, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal tahun demi memastikan venue memenuhi standar internasional.
“Pembenahan sudah kita lakukan sesuai hasil pertemuan dengan Sekjen FASI Pusat. Seperti di take off sudah dirapikan rumput-rumputnya, juga di landing sudah kita lebih perluas lagi,” ujar Alfan, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, area landing kini diperluas hingga sekitar 1,5 hektare agar memenuhi standar keselamatan dan kebutuhan pertandingan.
Sementara untuk area take off, sejumlah pohon yang dianggap mengganggu jalur terbang juga telah ditebang.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Sultan Hill yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut dinilai layak menjadi venue paralayang berstandar nasional hingga internasional.
Alfan menjelaskan, penunjukan Paser sebagai tuan rumah IPAC bukan hanya untuk menggelar kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan potensi sport tourism di Bumi Daya Taka.
“Venue paralayang sendiri itu bukan hanya menjadi tempat orang bertanding, tapi juga menjadi tempat wisata. Jadi kita menyelenggarakan pertandingan sembari memperkenalkan wisata kita,” katanya.
Ia menilai penyelenggaraan event internasional tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha lokal di kawasan Sultan Hill.
Selain menjadi magnet wisatawan, venue Sultan Hill juga disebut telah mendapat pengakuan dari FASI Pusat sebagai salah satu lokasi paralayang standar nasional.
Karena itu, tidak menutup kemungkinan ke depan berbagai event nasional maupun internasional lainnya kembali digelar di kawasan tersebut.
Meski menghadapi tantangan seperti minimnya sponsor dan waktu persiapan yang cukup singkat, panitia memastikan seluruh persiapan terus dimaksimalkan.
“Sementara ini memang belum ada sponsor, hanya dibantu Disporapar Paser. Untuk waktu dikatakan terlalu mepet enggak juga, tapi tidak bisa diulur lagi waktunya karena prediksi cuaca di Juni itu bersahabat. Jadi dengan waktu yang ada kita berusaha maksimal,” jelasnya.
Dalam ajang IPAC Paser 2026, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp180 juta dan disebut menjadi hadiah terbesar sepanjang penyelenggaraan event tersebut. (MK)
Pewarta: Nash
Editor: Agus S


