Gedung Masih Dibangun, SMA Unggul Garuda Tetap Mulai Pembelajaran Pada 16 Juli

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara memastikan operasional SMA Unggul Garuda tetap dimulai sesuai jadwal pada tahun ajaran baru 2026/2027, yakni 16 Juli 2026.

Meskipun pembangunan gedung sekolah yang berlokasi di Kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan belum rampung, aktivitas belajar mengajar angkatan pertama tetap dilaksanakan di lokasi sementara.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hal itu dibahas dalam audiensi yang diikuti jajaran SMA Unggul Garuda beberapa waktu lalu.

Menurut Denny, angkatan perdana akan diisi tujuh siswa putra asal Kalimantan Utara. Seluruh siswa tersebut akan menjalani pendidikan sementara di Konawe Selatan hingga pembangunan sekolah di Bulungan selesai.

“Insyaallah tanggal 16 Juli proses pembelajaran sudah dimulai. Untuk sementara para siswa belajar di Konawe Selatan sambil menunggu pembangunan sekolah di Bulungan selesai. Target kami Januari tahun depan bangunan sudah dapat digunakan sehingga kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke Bulungan,” ujarnya.

Selain memastikan kesiapan pelaksanaan pembelajaran, pemerintah juga tengah memfokuskan perhatian pada pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Saat ini masih terdapat sekitar delapan formasi guru yang belum terisi dan akan dipenuhi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

Ia menilai kualitas guru menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan SMA Unggul Garuda sebagai sekolah berstandar tinggi. Karena itu, Pemprov Kaltara sedang merancang skema insentif yang mampu menarik tenaga pendidik terbaik untuk bergabung.

“Kami masih membahas formulanya. Jangan sampai insentif yang diberikan justru lebih rendah dibanding yang diterima ASN saat ini. Kalau memungkinkan harus lebih kompetitif agar menjadi daya tarik bagi guru-guru berkualitas,” katanya.

Tidak hanya menyiapkan aspek akademik, Pemprov Kaltara juga ingin memperkuat identitas daerah di lingkungan sekolah. Sesuai arahan Gubernur Kalimantan Utara, berbagai unsur budaya lokal akan diterapkan, mulai dari penggunaan batik bermotif khas Kaltara hingga penutup kepala tradisional Singal sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Melalui kehadiran SMA Unggul Garuda di Bulungan, pemerintah berharap lahir generasi muda Kalimantan Utara yang memiliki daya saing tinggi, unggul dalam pendidikan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. (tin/and)

Reporter: Martinus
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER