Festival Iraw Tengkayu Tetap Jadi Magnet Wisata di Tarakan

TARAKAN – Festival Iraw Tengkayu XV menjadi salah satu agenda budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan di Kota Tarakan. Ribuan masyarakat memadati Kawasan Wisata Pantai Ratu Intan, Minggu (5/7/2026), untuk menyaksikan prosesi sakral pelarungan Padaw Tuju Dulung yang menjadi puncak rangkaian festival budaya masyarakat Tidung.

Tingginya antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari masyarakat Tarakan dan daerah sekitar. Untuk pertama kalinya, Festival Iraw Tengkayu juga dikunjungi wisatawan mancanegara. Roland, wisatawan asal Slovakia, bersama keluarganya sengaja singgah ke Tarakan setelah mengetahui adanya festival tersebut, meski tujuan awal perjalanan mereka adalah berlibur ke Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan kehadiran wisatawan asing menjadi catatan baru bagi penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal mulai dikenal lebih luas.

“Jadi sejarah baru, kali ini festival kita didatangi wisatawan mancanegara. Kemarin saya bertemu beliau. Awalnya saya kira pilot MAF, ternyata beliau dari Slovakia. Mereka memang sedang berlibur, mendapat informasi ada festival ini, lalu hadir sejak kemarin sampai hari ini. Besok mereka melanjutkan perjalanan ke Maratua,” ujarnya.

Menurut Khairul, Festival Iraw Tengkayu memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya Tidung sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah. Hal itu turut diperkuat dengan kembali masuknya festival ini dalam daftar 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Meski digelar di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu tetap berlangsung dengan antusiasme tinggi. Pemerintah Kota Tarakan melakukan sejumlah penyesuaian, seperti mengurangi jumlah undangan dan pengisi acara, namun tetap mempertahankan rangkaian tradisi yang menjadi ciri khas festival.

Khairul menegaskan pemerintah daerah akan terus mempertahankan Festival Iraw Tengkayu sebagai agenda tahunan karena dinilai memiliki nilai budaya sekaligus potensi besar dalam menarik kunjungan wisata.

“Saya sudah sampaikan, ibaratnya langit runtuh pun Festival Iraw Tengkayu harus tetap jalan. Tarakan tidak punya uang pun kita patungan. Ini adalah kebanggaan kita bersama karena budaya Tidung telah diakui secara nasional,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Tarakan juga menargetkan Festival Iraw Tengkayu dapat menembus 40 besar Kharisma Event Nusantara. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyesuaikan jadwal pelaksanaan agar tidak berbenturan dengan festival budaya di daerah lain di Kalimantan Utara, sehingga kunjungan wisata dan partisipasi antardaerah dapat terus meningkat. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER