BONTANG — Upaya penanganan anak putus sekolah di Kota Bontang menunjukkan hasil positif. Seorang anak di Kelurahan Bontang Lestari dipastikan kembali melanjutkan pendidikan dan akan mulai bersekolah di SD Negeri 007 Bontang Selatan pada Senin (6/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa proses pengembalian anak ke dunia pendidikan dilakukan melalui tahapan asesmen yang menyeluruh, tidak sekadar langsung memasukkan anak ke sekolah.
“Yang terpenting bukan hanya kembali sekolah, tapi bagaimana anak ini bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman,” ujarnya.
Dalam proses pendampingan, Disdikbud memberikan dua opsi kepada orang tua, yakni pendidikan formal maupun nonformal. Setelah melalui pertimbangan, keluarga memilih jalur pendidikan formal sebagai pilihan utama.
Meski secara usia anak tersebut seharusnya berada di tingkat yang lebih tinggi, pihak Disdikbud memutuskan untuk menempatkannya di kelas III. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi kemampuan akademik dan kesiapan psikologis anak.
“Kalau dipaksakan langsung ke kelas sesuai usia yakni kelas V, dikhawatirkan justru membuat anak tertinggal dan tidak percaya diri,” jelasnya.
Diketahui, anak tersebut sempat berhenti sekolah setelah tidak naik kelas selama dua tahun dan mengalami kesulitan membaca. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kasus ini terungkap setelah Neni Moerniaeni melakukan asesmen langsung, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Disdikbud melalui pendampingan intensif kepada keluarga.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam akses pendidikan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan mental dan kemampuan belajar anak.
Dengan intervensi ini, diharapkan anak dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara bertahap, sekaligus membuka peluang untuk mengejar ketertinggalan akademik.
Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S


