Dorong Infrastruktur Tabalar Jadi Prioritas Anggaran

BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tabalar harus menjadi salah satu skala prioritas Pemerintah Kabupaten Berau dalam penyusunan rencana anggaran ke depan.

Hal ini disampaikannya usai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan belum lama ini.

Dalam forum tersebut, Sakirman menyerap langsung berbagai aspirasi kepala kampung yang sebagian besar masih didominasi kebutuhan fasilitas dasar masyarakat. Ia menyebutkan, usulan yang disampaikan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan paling mendesak di wilayah Tabalar.

“Mayoritas usulan masih seputar peningkatan jalan kampung, penyediaan air bersih, dan perbaikan drainase. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat memang harus menjadi fokus utama pemerintah,” ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut menilai aspirasi masyarakat Tabalar tergolong realistis dan mendesak untuk segera direalisasikan. Menurutnya, infrastruktur dasar merupakan fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman yang aksesnya masih terbatas.

Ia menegaskan bahwa peningkatan jalan kampung, penyediaan air bersih, serta perbaikan sistem drainase merupakan kebutuhan pokok yang harus masuk dalam daftar prioritas pembangunan daerah. Selain itu, program pembangunan yang sudah berjalan juga perlu dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Usulan mengenai peningkatan jalan kampung, penyediaan air bersih, hingga perbaikan sistem drainase adalah kebutuhan wajib yang harus masuk prioritas. Program yang sudah berjalan juga perlu dilanjutkan agar manfaatnya berkesinambungan dan tidak terputus di tengah jalan,” tegasnya.

Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Sambaliung, Tabalar, dan Kelay, Sakirman juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi sektor pertanian di Tabalar. Ia menilai wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Berau.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 400 hektare lahan persawahan baru yang telah terbuka dan siap dikembangkan. Namun, optimalisasi lahan tersebut sangat bergantung pada kesiapan jaringan irigasi yang memadai.

“Tabalar punya potensi luar biasa. Jika sistem irigasinya dimaksimalkan, bukan tidak mungkin Tabalar akan menjadi lumbung padi masa depan bagi Berau. Ini harus disiapkan dari sekarang, termasuk dukungan infrastruktur penunjang lainnya,” jelasnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan irigasi, termasuk normalisasi saluran serta pembangunan jaringan baru agar ratusan hektare lahan persawahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Meski menyoroti sejumlah kebutuhan yang masih harus dipenuhi, Sakirman juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas komitmen pembangunan yang dinilai cukup masif di wilayah pedesaan. Ia mencontohkan pembangunan yang dilakukan di Kecamatan Biatan dan beberapa kampung lainnya yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Berau dan pemerintah kampung menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran. Ia menilai program pembangunan yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat sangat antusias dan merasa diperhatikan. Pembangunan yang berjalan saat ini terbukti mampu mendorong kesejahteraan warga sekaligus menyukseskan program strategis dari tingkat pusat hingga daerah,” pungkasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER