TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan bersama sejumlah stakeholder terkait, telah merampungkan pembahasan Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang TK, SD, dan SMP untuk tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas), Setim Jalung, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengacu pada regulasi pemerintah pusat melalui Permendikdasmen yang berlaku.
“SPMB tahun ajaran 2026-2027 berpatokan pada empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Itu semuanya kita laksanakan di daerah berdasarkan aturan Permendikdasmen yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah juknis resmi dirampungkan, tahap selanjutnya adalah sosialisasi kepada masyarakat dan satuan pendidikan, agar pelaksanaan SPMB dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
“Setelah juknis selesai, tentu akan kita sosialisasikan supaya masyarakat memahami mekanisme dan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam skema yang disusun, kuota penerimaan siswa pada masing-masing jalur berbeda antara jenjang SD dan SMP. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), jalur domisili menjadi prioritas utama dengan kuota sebesar 80 persen, diikuti jalur afirmasi 15 persen, dan mutasi 5 persen.
“Khusus untuk SD, tidak diberlakukan jalur prestasi,” jelasnya.
Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), komposisi kuota lebih beragam. Jalur domisili ditetapkan minimal 50 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi maksimal 25 persen, serta jalur mutasi maksimal 5 persen.
Perbedaan komposisi ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing jenjang pendidikan, sekaligus untuk memberikan ruang bagi siswa berprestasi pada tingkat SMP.
Lebih lanjut, Disdikbud Bulungan berharap dengan adanya kejelasan juknis ini, proses penerimaan murid baru dapat berjalan transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kabupaten Bulungan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan melalui jalur domisili, sehingga siswa dapat bersekolah di lingkungan terdekat dengan tempat tinggalnya. Saat ini tanggal dimulainya SPMB belum ditetapkan lantaran masih menunggu hasil ujian Test Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan untuk satuan pendidikan SD.
“Kita masih menunggu tahapan itu, tapi diperkirakan kalau tidak akhir bulan Mei kemungkinan awal bulan Juni,” tandasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


