TARAKAN – Munculnya spanduk berisi larangan bagi pengemudi ojek online (ojol) menjemput dan melayani penumpang di kawasan Pasar Beringin, Kota Tarakan, memicu reaksi dari kalangan driver online.
Sebagai respons atas pemasangan spanduk tersebut, para pengemudi yang tergabung dalam komunitas ojol memutuskan tidak akan melayani pesanan maupun menjemput penumpang di kawasan Pasar Beringin dan sekitarnya, hingga ada kejelasan aturan yang disepakati bersama.
Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Kalimantan Utara, Adrianinur, menilai pemasangan spanduk tersebut berpotensi memicu ketegangan dan gesekan antarwarga maupun pelaku usaha transportasi.
Menurutnya, spanduk yang dipasang tanpa kejelasan dasar hukum dan tanpa koordinasi dengan pihak berwenang, telah menimbulkan ketidakpastian bagi para pengemudi yang selama ini menggantungkan penghasilan dari layanan transportasi daring.
“Seluruh pengemudi anggota maupun rekan seprofesi, tidak akan melayani satu pun pesanan atau menjemput penumpang di wilayah Pasar Beringin dan sekitarnya, sampai spanduk larangan tersebut dicabut dan ada kejelasan aturan yang disepakati bersama,” tegas Adrianinur dalam pernyataan resminya, Selasa (9/6/2026).
Dia menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghindari potensi konflik yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Adrianinur juga menekankan bahwa, keberadaan ojol selama ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari membuka lapangan pekerjaan, menyediakan akses transportasi yang terjangkau, hingga mendukung perputaran ekonomi lokal.
Dalam pernyataannya, pihaknya meminta pihak yang memasang spanduk segera mencabutnya dan menyampaikan aspirasi melalui jalur musyawarah. Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Kota Tarakan, kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk segera memfasilitasi pertemuan seluruh pihak, guna mencari solusi yang adil dan mengakomodasi kepentingan bersama.
Di sisi lain, para pengemudi diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami terbuka untuk berkomunikasi dan mencari solusi terbaik, yang mengedepankan kedamaian dan keadilan,” tutup Adrianinur.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


