TENGGARONG – Setelah berhasil menyediakan akses air bersih bagi empat Rukun Tetangga (RT), Pemerintah Desa Saliki kini melangkah lebih jauh. Melalui program pengembangan mini Water Supply System (WSS), desa ini berupaya memperluas jangkauan layanan air bersih ke tujuh RT tambahan yang sebelumnya belum terlayani.
Sekretaris Desa Saliki, Rosmini, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah desa dan Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS) melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Dukungan dari PHSS, kata dia, tidak hanya menghadirkan fasilitas air bersih, tetapi juga memberi motivasi bagi desa untuk terus berinovasi.
“Setelah sukses dengan WSS utama, kini kami sedang membangun mini WSS untuk menjangkau wilayah yang lebih jauh. Program ini menggunakan dana CSR dari PHSS, dan saat ini masih dalam proses penyelesaian,” jelas Rosmini.
Pembangunan mini WSS tersebut akan melayani tujuh RT yang tersebar di tiga wilayah, yakni dua RT di area perkebunan, dua RT di Dusun Nilam, dan tiga RT di Dusun Pulau Kadutan. Wilayah-wilayah ini selama ini menghadapi kendala akses air bersih karena jarak yang cukup jauh dari jaringan utama.
Selain memanfaatkan bantuan CSR, Pemerintah Desa Saliki juga mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk memperkuat infrastruktur pendukung seperti pembangunan pagar pembatas dan peningkatan sarana distribusi air.
“Kami berusaha agar seluruh warga Desa Saliki, tanpa terkecuali, bisa menikmati air bersih. Walaupun keuntungan bagi BUMDes tidak besar, manfaat sosialnya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Kesuksesan pengelolaan WSS sebelumnya bahkan pernah mengantarkan Desa Saliki meraih penghargaan di tingkat lomba desa. Keberhasilan itu kini menjadi dorongan bagi Pemdes untuk terus mengembangkan sistem pelayanan air bersih yang lebih merata dan berkelanjutan.
Dengan langkah nyata ini, Desa Saliki menegaskan komitmennya menjadi contoh desa yang mandiri dalam pengelolaan air bersih berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak. (Adv)


