Cuaca Tarakan Didominasi Hujan Selama Ramadan

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan, memprakirakan cuaca di Kota Tarakan selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 masih didominasi hujan.  Intensitasnya diprediksi berada pada kategori menengah hingga lebat.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, mengatakan secara klimatologis Tarakan memang memiliki pola hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Karena itu, potensi hujan dalam beberapa pekan ke depan masih cukup tinggi.

“Tarakan ini memang karakteristiknya hujan hampir sepanjang tahun. Jadi selama Ramadan nanti peluang hujan masih ada, dengan intensitas menengah sampai lebat. Tapi tidak turun setiap hari, tetap ada jedanya,” ujar Sulam, Kamis (26/2/2026).

Dia menjelaskan, kondisi tersebut tak lepas dari pengaruh Monsun Asia yang saat ini masih aktif. Periode Desember hingga Februari dikenal sebagai puncak aktivitas monsun, di mana aliran massa udara basah dari wilayah utara membawa kandungan uap air tinggi ke Indonesia bagian barat dan tengah, termasuk Kalimantan Utara.

“Ketika Monsun Asia aktif, suplai uap air meningkat. Itu yang memicu pertumbuhan awan hujan lebih banyak, terutama di Tarakan dan wilayah Kaltara secara umum,” jelasnya.

Tingginya pembentukan awan membuat paparan sinar matahari ke permukaan bumi berkurang. Dampaknya, suhu udara terasa lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah sebelumnya sempat terjadi periode panas dan kering. Meski demikian, BMKG memastikan hujan tidak akan turun terus-menerus. Dinamika atmosfer dan pergerakan sistem monsun menyebabkan intensitas hujan bersifat fluktuatif. Artinya, selama Ramadan masyarakat masih berpeluang mengalami kombinasi hari cerah dan hujan.

Selain hujan, warga juga diminta mewaspadai angin kencang. Menurut Sulam, peningkatan kecepatan angin dipicu perbedaan tekanan udara, termasuk jika muncul tekanan rendah atau bibit siklon di wilayah utara.

Kondisi tersebut turut memengaruhi perairan. Di wilayah Kalimantan Utara, tinggi gelombang sempat mencapai sekitar 0,9 meter, yang berpotensi membahayakan kapal berukuran kecil.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar rutin memantau informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas, terutama saat memasuki bulan Ramadan.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER