
BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemerataan pembangunan melalui program Rumah Layak Huni (RLH).
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Berau. Selain itu, pemberian RLH ini merupakan salah satu program unggulan dari Bupati dan Wakil Bupati Berau yang masuk dalam 18 program kerja prioritas.
“Program RLH adalah salah satu bentuk nyata dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Sri Juniarsih, Jumat (11/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas jalan dan jembatan, namun juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk permukiman yang layak huni.
“Pemerintah berkomitmen menyediakan rumah layak huni bagi warga yang tidak mampu. Ini penting agar seluruh masyarakat bisa merasakan pelayanan yang merata dan tidak ada lagi yang tertinggal di bawah garis kemiskinan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta agar proses pendataan calon penerima manfaat bisa segera diselesaikan, agar pelaksanaan program tidak tertunda. Ia menekankan pentingnya peran aktif kelurahan dan kampung dalam memastikan data yang disampaikan akurat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Pelaksana Pranata Izin Tinggal di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, Yulius LW menyampaikan bahwa program RLH atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2025 saat ini masih dalam tahap proses verifikasi.
“Saat ini, proses verifikasi dan kelengkapan data calon penerima manfaat masih belum rampung,” ungkap Yulius.
Ia menyebut, hingga awal Juli 2025, masih terdapat sejumlah kelurahan dan kampung, khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb, yang belum mengirimkan data lengkap calon penerima bantuan.
“Data dari kelurahan dan kampung belum lengkap, sehingga belum bisa kami lanjutkan ke tahap verifikasi lapangan,” ujarnya.
Untuk mempercepat pelaksanaan, pihaknya akan turun langsung ke lapangan guna melakukan sosialisasi kepada aparat kelurahan dan masyarakat.
Yulius juga memastikan bahwa rencana pembangunan RLH tahun ini tetap berjalan sesuai target awal, yakni sebanyak 46 unit rumah yang tersebar di tiga kecamatan: Tanjung Redeb, Tabalar, dan Talisayan. Anggaran yang dialokasikan melalui APBD 2025 mencapai Rp1,4 miliar.
“Di Kecamatan Tanjung Redeb akan dibangun 30 unit rumah, masing-masing lima unit di enam kelurahan. Sementara di Kecamatan Tabalar akan ada tujuh unit di Kampung Tabalar Muara, dan sembilan unit lainnya di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan,” jelasnya.
Setiap unit rumah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp32 juta, yang terdiri dari Rp28 juta untuk pembelian material dan Rp4 juta untuk upah tukang.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Berau dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain mendukung pemerataan pembangunan, program ini juga diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan di daerah,” pungkasnya. (adv/ril/and)


