Bulungan Jadi Pelopor Ekonomi Inklusif Lewat Program BIRD

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan meluncurkan program Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas (BIRD) di Taman Tepian Sungai Kayan, Minggu (12/10) malam. Program inovatif ini menjadi langkah nyata menuju ekonomi yang inklusif dan berpihak pada semua kalangan masyarakat.

BIRD merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bulungan, Yayasan Faqih Hasan Centre, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bulungan sebagai instansi pengampu sektor UMKM.

Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa BIRD dirancang untuk membangun kesetaraan dalam dunia usaha, di mana penyandang disabilitas juga mendapatkan ruang yang sama untuk menikmati layanan UMKM.

“Program ini menggugah kesadaran para pelaku UMKM, agar memberikan potongan harga khusus bagi penyandang disabilitas. Sebuah bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman,” ujarnya.

Melalui program ini, penyandang disabilitas di Bulungan bisa memperoleh diskon makanan dan minuman di sejumlah gerai UMKM yang tergabung dalam BIRD.

Menurut Syarwani, inisiatif tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. BIRD merupakan simbol bahwa Pemkab Bulungan berdiri untuk semua, tanpa terkecuali.

Sebagai tahap awal, dua kawasan UMKM Tepian Kayan dan Tebu Kayan ditetapkan sebagai lokasi percontohan. Para pengusaha di area tersebut bahkan siap memberikan diskon mulai 10 persen hingga 100 persen, tergantung kesepakatan.

“Semangat kepedulian para pelaku UMKM luar biasa. Ada yang rela memberi diskon besar, bahkan gratis, sebagai bentuk empati mereka kepada penyandang disabilitas,” ungkap Syarwani.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga mendukung program prioritas daerah seperti Mitra Bulungan Berdaulat dan SIAP Pro Lansia dan Disabilitas Prioritas, yang menegaskan komitmen pemerintah terhadap kelompok rentan.

“Inilah wujud nyata Bulungan yang berkeadilan dan berpihak pada semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Terkait mekanisme penerapan, penyandang disabilitas dewasa cukup menunjukkan kartu disabilitas dan KTP, sedangkan pelajar dapat menggunakan kartu pelajar SLB atau sekolah inklusi. “Diskon diberikan kepada mereka yang dapat menunjukkan identitas resmi sebagai penyandang disabilitas,” jelasnya.

Lewat BIRD, Pemkab Bulungan berharap semangat inklusif ini dapat menular ke seluruh wilayah. “Kami ingin gerakan ini meluas, agar seluruh UMKM di Bulungan ikut berpartisipasi dalam ekonomi yang adil dan manusiawi,  kesejahteraan tidak boleh eksklusif, tapi harus dirasakan semua,” kata Syarwani mengakhiri. (*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER