BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pembangunan sektor pariwisata yang lebih unggul dengan mengangkat kekayaan budaya dan potensi lokal sebagai kekuatan utama.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa keragaman budaya dan etnis di Berau bukan hanya menjadi identitas, tetapi juga aset penting dalam menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
Dengan populasi lebih dari 300 ribu jiwa yang berasal dari berbagai suku dan budaya yang beraneka ragam, dirinya menilai Berau memiliki potensi besar untuk menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Ia menyebut keragaman tersebut sebagai “warna yang memperkaya Berau” dan menjadi pondasi kuat untuk membangun pariwisata yang terbuka, ramah, dan berkelanjutan.
“Inilah kekuatan kita, perbedaan yang menjadi pemersatu. Pariwisata Berau harus mencerminkan keberagaman ini, baik dalam pertunjukan budaya, kuliner, hingga produk kerajinan lokal,” ujarnya.
Peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahun menjadi momentum yang tidak boleh disia-siakan. Bupati berharap geliat ini dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan UMKM, sebagai penggerak ekonomi rakyat. Wisatawan, menurutnya, adalah pasar potensial bagi berbagai produk lokal mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, hingga karya ekonomi kreatif.
Untuk memperkuat peran UMKM, Pemkab Berau juga menyiapkan pembangunan UMKM Center di atas lahan 4,2 hektare. Tempat ini dirancang menjadi ruang promosi, edukasi, dan pemasaran produk unggulan daerah yang representatif.
“UMKM Center akan menjadi rumah bersama bagi pelaku usaha lokal. Ini bukan hanya soal jualan, tapi juga tentang membangun kebanggaan terhadap produk kita sendiri,” jelasnya.
Lebih dari sekadar aspek ekonomi, pembangunan pariwisata di Berau diarahkan untuk menjadi ruang interaksi lintas budaya yang harmonis. Pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan sektor ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, tanpa diskriminasi.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang merangkul semua. Kita ingin Berau tumbuh sebagai kabupaten yang makmur, tapi juga toleran dan bersatu,” pungkasnya. (adv/ril/and)


