TARAKAN – Aziza Nur Dewanti (22) menjadi Jemaah Calon Haji (JCH) termuda asal Kota Tarakan tahun 2026. Di usianya yang masih muda, ia akan berangkat ke Tanah Suci menggantikan almarhumah ibunya.
Menjelang keberangkatan, Aziza mengaku diliputi perasaan campur aduk. Rasa deg-degan, bahagia, hingga haru menyelimuti dirinya. “Deg-degan, senang, bahagia, campur aduk,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Perempuan kelahiran Makassar, 25 April 2004 ini memastikan seluruh persiapan telah dilakukan, mulai dari fisik, mental, hingga perlengkapan pribadi. “Alhamdulillah persiapan sudah selesai semua,” katanya.
Untuk menjaga kondisi tubuh, Aziza rutin berolahraga ringan seperti jalan santai beberapa kali dalam sepekan. Hal itu dilakukan agar kuat menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga. “Seminggu tiga sampai empat kali jalan santai,” ungkapnya.
Pengalaman umrah pada 2023 dan 2024 juga menjadi bekal awal baginya untuk menghadapi ibadah haji. Selain itu, ia juga banyak mendapat cerita dan saran dari keluarga yang pernah ke Tanah Suci.
Di balik keberangkatannya, tersimpan kisah haru. Aziza berangkat melalui pelimpahan porsi haji milik sang ibu, Siti Nur Hidayah, yang telah wafat pada 2020. Pendaftaran haji tersebut diketahui telah dilakukan sejak 2012. “Saya menggantikan almarhumah ibu,” tuturnya.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Aziza dipercaya keluarga untuk menunaikan ibadah tersebut. Ia pun berharap doa agar seluruh proses ibadahnya berjalan lancar, sekaligus bisa mendoakan almarhumah ibunya serta keluarga. “Mohon doanya semoga dilancarkan,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


