Aksi Dukungan Iran Digelar di Tarakan, Massa Desak RI Keluar dari BOP

TARAKAN – Sejumlah organisasi masyarakat menggelar aksi solidaritas untuk Iran di Kota Tarakan, Minggu (8/3/2026) sore. Aksi yang berlangsung di perempatan Grand Tarakan Mall (GTM) tersebut diisi dengan orasi, pembacaan puisi, serta penyampaian sejumlah tuntutan dari massa aksi.

Puluhan peserta terlihat berkumpul di sekitar lokasi aksi sejak pukul 16.00 WITA. Mereka membawa spanduk dan menyuarakan dukungan terhadap Iran dalam konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Koordinator Lapangan aksi, Khoirul Waroh, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk simpati sekaligus dukungan moral kepada masyarakat Muslim yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah.

“Aksi ini adalah bentuk pembelaan sekaligus penyampaian simpati kepada saudara-saudara Muslim yang saat ini terdampak konflik. Kondisi mereka sedang tidak baik sehingga menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi oleh Front Persaudaraan Nasional (FPN) dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

“Ini merupakan program nasional dari FPN. Di beberapa daerah juga dilakukan aksi serupa secara bersamaan,” katanya.

Dalam aksi itu, massa secara bergantian menyampaikan orasi serta membacakan sejumlah tuntutan yang telah disiapkan oleh FPN pusat. Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah meminta pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP).

Desakan tersebut muncul di tengah polemik keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut setelah konflik di Timur Tengah semakin memanas akibat serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Khoirul menegaskan kegiatan ini tidak disertai penggalangan dana. Seluruh kebutuhan aksi, kata dia, dipenuhi secara swadaya oleh peserta dan relawan yang terlibat. “Tidak ada penggalangan dana dalam aksi ini. Dana hanya digunakan untuk kebutuhan atribut aksi seperti banner dan perlengkapan pendukung lainnya,” ujarnya.

Selain FPN, aksi tersebut juga diikuti sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat lainnya. Secara keseluruhan, sekitar delapan hingga sepuluh organisasi disebut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Aksi berlangsung dengan penyampaian aspirasi secara bergantian oleh massa di sekitar kawasan perempatan GTM Tarakan. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER