BONTANG — Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, memberikan wejangan kepada peserta Lomba Desain Poster dan Video Pendek se-Kota Bontang 2026 terkait pentingnya budaya literasi serta kehati-hatian dalam menggunakan media sosial.
Dalam sambutannya, Andi Sofyan menyoroti fenomena masyarakat yang kerap membagikan informasi tanpa membaca secara utuh. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memicu kesalahpahaman hingga berujung persoalan hukum, khususnya berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Kita harus menjadi bangsa pembaca. Jangan sampai karena malas membaca informasi secara utuh, lalu terprovokasi dan terjerat hukum,” tegas Andi Sofyan, Sabtu (25/4/2026) di Auditorium Tiga Dimensi.
Ia juga menyinggung perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini mampu membantu berbagai bidang, termasuk diagnosis medis.
Menurutnya, generasi muda harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan produktif.
“Anak-anak generasi sekarang hidup di era kemajuan teknologi. Oleh karena itu, jadilah generasi yang bijak bermedia sosial dan manfaatkan gawai untuk hal-hal yang kreatif,” tambahnya.
Lomba tersebut diikuti sebanyak 69 peserta dari kalangan SMP dan SMA/sederajat se-Kota Bontang. Para peserta menampilkan berbagai karya kreatif dengan tema etika digital dan pemanfaatan teknologi.
Melalui kegiatan itu, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga cerdas serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
“Lewat ajang ini, sangat diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang yang dinilai menampilkan karya terbaik dan inovatif.
Penulis: Dwi S
Editor: Agus S


