TARAKAN – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tarakan 59 (SRT) mengalami perubahan jadwal. Kegiatan yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 1 Oktober 2026, kini diundur menjadi 7 Oktober 2026 karena sejumlah fasilitas pendukung siswa masih dalam tahap persiapan.
Humas resmi Sekolah Rakyat Tarakan, Sherly Jelita Putri mengatakan, salah satu alasan perubahan jadwal tersebut karena pihak sekolah masih menyiapkan kebutuhan asrama dan fasilitas ibadah bagi seluruh siswa.
“Alasannya karena perlu menyiapkan asrama dan tempat ibadah untuk semua siswa di LLK (lokasi sekolah lama). Asrama di gedung sekolah permanen masih tahap pembangunan, sehingga belum bisa digunakan sebagai tempat tinggal anak-anak,” ujar Sherly, Kamis (1/10/2026).
Untuk sementara, Sekolah Rakyat Tarakan masih menggunakan Gedung UPTD Lembaga Latihan Kerja (LLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, di Jalan Gunung Tembak, Kelurahan Kampung 4 sebagai lokasi kegiatan.
Ruang yang tersedia disiapkan untuk mendukung kebutuhan siswa, mulai dari tempat tinggal siswa lama maupun baru, ruang ibadah, hingga ruang makan.
Sherly menjelaskan, meski masih menggunakan lokasi sementara, persiapan pembelajaran tetap berjalan. Pihak sekolah telah mengatur jadwal sesuai kurikulum, agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik.
Dari sisi tenaga pendidik, Sekolah Rakyat Tarakan juga mendapat tambahan guru melalui perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
“Tenaga pendidik sudah bertambah dengan masuknya tenaga pendidik PPPK yang telah lulus perekrutan oleh Kemensos RI. Perlengkapan siswa sudah siap, hanya perlu dibagikan kepada siswa baru apabila telah datang ke sekolah,” katanya.
Sementara perlengkapan bagi siswa lama disebut sudah diterima dan berada di masing-masing siswa.
Untuk menyesuaikan dengan kalender pendidikan, pembelajaran nantinya akan dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan siang. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Selain itu, siswa baru angkatan 2026/2027 juga akan mengikuti program matrikulasi untuk membantu mengejar ketertinggalan pembelajaran.
“Untuk mengejar ketertinggalan akan ada matrikulasi untuk murid baru angkatan 2026/2027,” jelas Sherly.
Terkait perubahan jadwal MPLS, pihak sekolah telah menyampaikan informasi kepada orang tua calon siswa melalui grup WhatsApp yang dibuat oleh Tim PKH (Penjangkau Peserta Didik).
Guru juga telah dimasukkan dalam grup tersebut, agar informasi terbaru dari sekolah dapat langsung diterima dan diteruskan kepada pihak terkait.
“Ketika ada informasi terbaru dari sekolah, pihak sekolah akan langsung memberikan informasi dari grup tersebut,” ungkapnya.
Sherly memastikan proses registrasi calon siswa tidak mengalami hambatan, karena sebelumnya telah dilakukan saat tahap penjangkauan peserta didik.
Pihak penyelenggara pun optimistis seluruh persiapan dapat rampung sebelum pelaksanaan MPLS pada 7 Oktober mendatang. Saat ini, seluruh warga sekolah terus bekerja sama menyiapkan sarana dan prasarana agar kegiatan perdana tersebut berjalan lancar.
“Pihak penyelenggara optimistis seluruh persiapan rampung sebelum 7 Oktober, karena seluruh warga sekolah saling bekerja sama menyiapkan sarana dan prasarana untuk menyukseskan MPLS tahun 2026 ini,” pungkasnya.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


