Produksi Air Menurun, PDAM Tarakan Terapkan Sistem Distribusi Bergilir

TARAKAN – Perumda Air Minum Tirta Alam (PDAM) Tarakan mulai menerapkan sistem distribusi air bersih secara bergilir kepada pelanggan. Kebijakan ini dilakukan menyusul penurunan produksi akibat berkurangnya ketersediaan air baku di sejumlah sumber air, imbas menurunnya intensitas hujan.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan distribusi air kini diatur dengan sistem bergantian. Pelanggan akan mendapatkan aliran air sesuai jadwal yang ditetapkan PDAM.

Skema tersebut telah diuji coba pada Minggu (6/9/2026) dan mulai diberlakukan pada Senin (7/9/2026).

“Nanti akan kita gilir dua hari sekali. Saya mengimbau kepada masyarakat agar melihat pengumuman di media sosial PDAM, agar tahu jadwal kapan air mengalir dan kapan dimatikan,” kata Iwan, Senin (7/9/2026).

Penurunan produksi terjadi cukup signifikan. Kapasitas produksi PDAM yang sebelumnya berada di kisaran 333–340 liter per detik, kini hanya sekitar 191 liter per detik. Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 15.000 pelanggan, terutama di wilayah perbukitan dan pesisir.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Mamburungan, Kampung 1, Kampung 4, Kampung 6, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Bom Panjang, serta sebagian Selumit Pantai.

Gangguan distribusi juga terjadi di wilayah pelayanan IPA Persemaian, meliputi Jalan Mulawarman, Jalan Hasanuddin, kawasan Persemaian hingga Jembatan Bongkok.

Salah satu penyebab utama penurunan produksi adalah menyusutnya debit air di Embung Binalatung. Kondisi embung tersebut telah mencapai titik di mana pipa hisap tidak lagi mampu mengambil air baku.

Kondisi itu membuat IPA Kampung 1 yang memiliki kapasitas produksi 60 liter per detik, terpaksa dihentikan sejak dua hari lalu, karena tidak lagi memiliki pasokan air baku yang cukup.

Sebagai langkah jangka pendek, PDAM menyiapkan distribusi air bersih menggunakan truk tangki bagi pelanggan yang sama sekali tidak mendapatkan aliran. Penyaluran air tangki tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dari RT.

“Untuk daerah-daerah yang benar-benar tidak mengalir, nanti mungkin akan kita bagikan air gratis pakai tangki. Sesuai permintaan RT,” katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi persoalan ketersediaan air baku yang dapat berulang, diperlukan upaya jangka panjang berupa penguatan sumber air baku dan cadangan air. Hal ini penting untuk menjaga kapasitas produksi PDAM, terutama ketika terjadi musim kemarau berkepanjangan.

Meski demikian, tidak seluruh pelanggan terdampak kondisi tersebut. Wilayah yang mendapat pasokan dari IPA Kampung Bugis, IPA Juata, Bengawan, Indulung, dan Amal masih relatif aman karena sumber air bakunya masih tersedia.

Iwan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi PDAM mengenai jadwal distribusi. Pelanggan juga diminta menyiapkan tempat penampungan air, dan memanfaatkan waktu saat aliran tersedia untuk memenuhi kebutuhan selama sistem distribusi bergilir diberlakukan.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER