TANJUNG SELOR – Modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat di Kabupaten Bulungan sering terjadi. Sasarannya beragam latar belakang dan mayoritas kalangan pejabat. Modus yang dilakukan dengan memanfaatkan nomor ponsel yang baru, kemudian foto profilnya diganti guna mengelabui target.
Terbaru nama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan, H. Ismail dicatut oleh orang tidak dikenal dengan tujuan meminta sejumlah uang kepada perusahaan yang beroperasi di Bulungan. Dengan tegas, Kepala DLH Bulungan memastikan bahwa itu bukan dirinya.
“Mereka mencatut nama saya untuk melakukan modus penipuan. Saya tegaskan itu bukan saya dan saya mengajak perusahaan tetap berhati-hati dan waspada,” ucap Ismail beberapa waktu lalu.
Soal namanya dicatut, Ismail mengurung niat melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian. “Belum ada niat saya kesana, dan juga belum ada korban. Jadi, kita tetap waspada dan antisipasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bulungan AKP Rio Adi Pratama menjelaskan ada beragam modus penipuan yang tengah terjadi akhir-akhir ini, salah satunya pencatutan nomor pejabat untuk melakukan penipuan.
“Kita ajak masyarakat supaya jangan terlena tetap waspada dan hati-hati. Jangan mudah percaya kalau ada yang meminta uang dalam bentuk jumlah yang banyak,” tuturnya.
Penindakan sejauh ini masih sebatas imbauan, lantaran belum ada korban yang melaporkan kepada aparat kepolisian.
“Langkah preventif kita dengan memaksimalkan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan mudah percaya kepada sesuatu atau modus penipuan dengan pemberian sejumlah uang. Itu tidak benar,” tegasnya.
Sampai dengan saat ini, kata dia belum ada korban pencatutan nama tersebut ke Polresta Bulungan. Hasil pelacakan dengan nomor yang digunakan, rata-rata dilakukan dari oknum yang berada dari luar Kalimantan.
“Salah satu yang kita lacak nomor handphone modus penipuan itu berasal dari makasar. Artinya, bukan orang lokal sini,” tutupnya. (*)
Pewarta: Martinus
Editor: Yusva Alam


