TARAKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mengerahkan pegawai organik untuk turun langsung ke lapangan, guna mengejar penyelesaian Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Pengerahan pegawai dilakukan setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu, untuk membantu petugas lapangan menemui responden yang masih sulit dijangkau maupun membutuhkan pendekatan lebih sebelum memberikan data.
Kepala BPS Tarakan Umar Riyadi mengatakan, keterlibatan pegawai organik menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian pendataan yang hingga kini belum sepenuhnya rampung.
“Teman-teman organik BPS sudah diterjunkan setiap hari, termasuk hari libur. Kami memanfaatkan waktu Sabtu dan Minggu untuk ikut menemani para petugas membantu pencacahan,” kata Umar, Kamis (20/8/2026).
Menurut Umar, kehadiran pegawai BPS di lapangan juga membantu meningkatkan kepercayaan responden, terutama pelaku usaha yang masih mempertanyakan tujuan maupun keabsahan pendataan.
“Kadang responden, terutama yang usaha, ketika petugas datang bisa jadi masih belum cukup percaya. Ketika ditambah teman-teman BPS terjun langsung dan resmi, akhirnya mereka lebih terbuka kepada petugas,” ujarnya.
BPS Tarakan kemudian menyebarkan pegawai organiknya ke sejumlah wilayah, untuk mendampingi petugas. Setiap responden maupun unit usaha yang belum terdata terus diupayakan agar dapat ditemui.
“Kami menyebar seluruh pegawai untuk ikut membantu dan meyakinkan responden terkait pendataan ini. Karena kami merasa satu jiwa ataupun satu usaha itu semuanya berarti dalam penyelesaian Sensus Ekonomi ini,” tegas Umar.
Hingga 18 Agustus, progres Sensus Ekonomi di Tarakan telah mencapai lebih dari 90 persen. Namun, masih terdapat responden yang belum berhasil ditemui. Salah satunya petambak yang lebih banyak beraktivitas di lokasi tambak pada siang hari.
BPS memperkirakan jumlah petambak yang belum terdata berada di kisaran beberapa puluh orang. Petugas pun melakukan kunjungan ulang dengan menyesuaikan waktu aktivitas responden, termasuk pada sore hari.
Bahkan, momentum 17 Agustus dimanfaatkan petugas untuk mengejar responden. Saat masyarakat lebih banyak berada di rumah, petugas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pendataan.
“Kemarin memanfaatkan waktu 17 Agustus dan ternyata banyak orang berkumpul di rumah. Itu dimanfaatkan petugas untuk bisa bertemu dengan responden,” kata Umar.
BPS Tarakan masih memiliki waktu hingga 31 Agustus 2026, untuk menuntaskan sisa pendataan. Selain pengerahan pegawai organik, petugas juga terus melakukan kunjungan ulang dan pendekatan langsung kepada responden.
Umar menegaskan, setiap responden dan unit usaha penting bagi kelengkapan hasil Sensus Ekonomi 2026. “Kami merasa satu jiwa ataupun satu usaha itu semuanya berarti dalam penyelesaian Sensus Ekonomi ini,” pungkasnya.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


