TARAKAN – Kekeringan yang melanda Tarakan, Kalimantan Utara, hampir sebulan terakhir mulai berdampak pada ketersediaan air baku Perumda Tirta Alam Tarakan. Debit air di sejumlah embung yang menjadi sumber utama pasokan air bersih terus menyusut.
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, kondisi pasokan air bersih saat ini masih aman. Namun, situasi berpotensi menjadi rawan apabila hujan tidak turun dalam 15 hari ke depan.
Menurut Iwan, debit air di dua sumber utama, yakni Embung Persemaian dan Embung Rawasari, sudah mulai menipis akibat tidak adanya hujan selama sekitar 25 hari.
“Ini kan sudah tidak hujan hampir satu bulan, 25 harian. Nah, untuk sementara aman kondisinya. Masih bisa bertahan sekitar 15 hari ke depan. Tapi kalau 15 hari tidak hujan, ini memang agak rawan,” kata Iwan, Rabu (19/8/2026).
Untuk menjaga pasokan air bersih, Perumda Tirta Alam Tarakan telah mengaktifkan dua pompa di Intake Indulung dan Bengawan. Kedua lokasi tersebut masih memiliki sumber air dengan debit yang cukup baik.
“Sudah menipis Rawasari sama Embung Persemaian. Tapi kita mengaktifkan dua pompa di Indulung dan Bengawan yang sumber airnya bagus,” ujarnya.
Iwan memastikan distribusi air kepada pelanggan hingga saat ini masih berjalan normal, termasuk ke wilayah dataran tinggi dan perbukitan. Perumda juga belum menerapkan sistem distribusi air secara bergilir.
Namun, kondisi tersebut bisa berubah jika kemarau terus berlangsung. Jika dalam 15 hingga 20 hari ke depan tidak juga turun hujan, Perumda Tirta Alam Tarakan akan mempertimbangkan penerapan distribusi air bergilir.
“Kalau seandainya 15 hari sampai 20 hari ke depan tidak ada hujan, kita akan mengadakan air yang bergilir. Mungkin nanti kita membagikan ke daerah-daerah yang tidak mengalir,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


