TARAKAN – Kasus kebakaran di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga pertengahan Agustus 2026, Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan mencatat sebanyak 45 kejadian kebakaran.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 kejadian merupakan kebakaran bangunan, sedangkan 15 lainnya merupakan kebakaran lahan yang ditangani petugas karena berpotensi merembet ke kawasan permukiman.
Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan, mengatakan angka kebakaran permukiman tahun ini menurun cukup signifikan dibandingkan 2025.
“Hingga saat ini kurang lebih ada 45 kejadian. Sekitar 15 merupakan kebakaran lahan yang kami tangani karena sudah mendekati permukiman,” ujar Sofyan, Selasa (11/8/2026).
Sofyan menyebut sepanjang 2025, kebakaran permukiman di Tarakan mencapai lebih dari 60 kejadian. Sementara Agustus 2026, jumlah kebakaran bangunan berada di kisaran 30 kasus. “Jika dibandingkan dengan bulan yang sama, angkanya menurun. Karena ini sudah Agustus. Tahun lalu di bulan segitu lebih dari 30 kebakaran pemukiman,” katanya.
Menurutnya, jumlah bangunan yang terdampak tidak seluruhnya mengalami kerusakan total. Respons cepat petugas membuat sebagian bangunan masih dapat diselamatkan.
Salah satunya terlihat dalam kebakaran sebuah usaha bakso baru-baru ini. Api hanya membakar bagian depan bangunan, sementara bagian belakang dan rumah kos karyawan berhasil diamankan.
“Contohnya kebakaran bakso kemarin, yang terbakar hanya bagian depan. Bangunan belakang dan kos-kosan karyawan masih bisa diselamatkan,” jelasnya.
Di sisi lain, tugas PMK Tarakan tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran. Permintaan layanan penyelamatan atau rescue dari masyarakat justru terus meningkat.
Hingga saat ini, operasi darurat nonkebakaran telah mendekati 3.000 layanan. Angka tersebut jauh melampaui target awal yang hanya sekitar 1.000 operasi.
Layanan rescue yang dilakukan petugas antara lain evakuasi ular dan buaya, pelepasan cincin yang tersangkut di jari hingga penanganan berbagai kondisi darurat lainnya.
“Untuk operasi nonkebakaran target kami sekitar seribu layanan, tetapi sekarang sudah hampir tiga ribu pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari evakuasi ular, buaya, melepas cincin sampai kondisi darurat lainnya,” pungkas Sofyan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


