Pembangunan Pasar Batu Dilanjutkan, Total Anggaran Rp78 Miliar

TARAKAN – Pembangunan Pasar Batu di Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, kembali dilanjutkan pada 2026. Proyek revitalisasi salah satu pasar tertua di Tarakan ini, dikerjakan dengan skema tahun jamak (multiyears) dengan total anggaran sekitar Rp78 miliar dan ditargetkan rampung pada 2029.

Pasar Batu memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat Tarakan. Pada 2020, pasar tersebut mengalami kebakaran. Setelah dilakukan penataan, pemerintah kemudian melanjutkan pembangunan pasar dengan konsep yang lebih modern.

Pembangunan Pasar Batu mulai dilakukan pada periode pertama kepemimpinan Wali Kota Tarakan Khairul, yakni 2019-2024. Namun, proses pembangunan sempat terhenti karena berbagai kendala, termasuk efisiensi anggaran.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum meninjau langsung lokasi pembangunan untuk melihat kesiapan dan progres pekerjaan, Selasa (11/8/2026).

“Total anggaran secara keseluruhan sekitar Rp78 miliar dengan skema multiyears hingga 2029, di mana tahun ini kita mulai awal pengerjaan lanjutan struktur dengan alokasi Rp7 miliar,” kata Randy.

Secara desain, Pasar Batu akan dibangun menjadi pasar tradisional modern. Bangunan tersebut terdiri dari empat lantai, yakni tiga lantai utama untuk aktivitas pedagang dan satu lantai dasar atau basement.

Pasar ini dirancang menampung sekitar 142 kios. Sebanyak 54 kios berada di lantai 1, kemudian 68 kios di lantai 2 dan 20 kios di lantai 3.

Selain menjadi pusat aktivitas perdagangan, Pasar Batu juga dirancang sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Tarakan. Konsep tersebut diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Konsepnya ini pasar tradisional modern yang juga difungsikan sebagai pusat oleh-oleh Kota Tarakan. Selain menata pedagang agar lebih rapi di dalam gedung empat lantai ini, kita berharap pasar ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang mendongkrak PAD,” ujarnya.

Randy mengatakan, skema multiyears dipilih agar pembangunan Pasar Batu dapat dilanjutkan secara bertahap tanpa mengganggu pembiayaan program prioritas lainnya.

Saat ini progres fisik pembangunan disebut telah mencapai sekitar 20 persen. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat diselesaikan sebelum masa jabatan Wali Kota berakhir.

Dengan selesainya pembangunan, pedagang yang selama ini berjualan di luar diharapkan dapat menempati lokasi yang lebih tertata dan representatif.

“Harapan kita, sebelum masa jabatan Wali Kota berakhir, bangunan ini sudah selesai. Pedagang yang saat ini berjualan di luar dapat terakomodasi di tempat yang lebih tertata dan representatif, sehingga roda perekonomian warga bisa meningkat,” pungkasnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER