TARAKAN — Sebanyak empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kota Tarakan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Peristiwa ini menghanguskan puluhan hektare lahan semak dan rumput kering di beberapa titik.
Berdasarkan data dari BPBD Tarakan, empat titik kebakaran tersebut tersebar di Kecamatan Tarakan Timur sebanyak dua kejadian. Kemudian dua kejadian karhutla lainnya terjadi di Kecamatan Tarakan Utara.
“Kalau dihitung dari bulan lalu sampai sekarang sekitar empat kejadian, dua di Tarakan Timur dan dua di Tarakan Utara,” ujar Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, Minggu (9/8/2026).
Kebakaran terluas terjadi di kawasan Sungai Bengawan, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara, yang menghanguskan sekitar 6 hektare lahan masyarakat. Sementara itu, kebakaran di kawasan Pantai Amal, Tarakan Timur, mencatatkan luas area terdampak sekitar 4 hektare dan terdata sering mengalami kejadian berulang.
Proses pemadaman di lokasi Sungai Bengawan pada Kamis kemarin membutuhkan waktu hingga 7 jam, dimulai pukul 23.00 WITA hingga pukul 06.00 WITA. Sebanyak 8 personel dikerahkan dengan bantuan masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tim Manggala Agni.
Dalam upaya pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa sulitnya akses jalan menuju titik api yang berjarak sekitar 2 kilometer dari posisi armada, sehingga petugas harus mengangkut mesin pompa portable dengan berjalan kaki. Selain itu, minimnya sumber air di lokasi membuat petugas harus mengambil air dari Sungai Bengawan dan mentransfernya secara berulang ke tangki armada.
“Penyebab kebakaran diduga akibat aktivitas pembakaran lahan oleh warga untuk pembersihan area kebun yang kemudian menjalar tak terkendali,” jelasnya.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta disarankan membuat kolam penampungan air mandiri di area perkebunan guna mengantisipasi insiden serupa. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


