TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) mewisuda 755 mahasiswa pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-43 yang digelar di Gedung Rektorat UBT, Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan itu, Rektor UBT Prof Yahya Ahmad Zein, mengungkap mayoritas lulusan mampu menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari 4,5 tahun.
Berdasarkan data UBT, sebanyak 52,38 persen wisudawan menyelesaikan masa studi di bawah 4,5 tahun. Sementara 47,62 persen lainnya menempuh pendidikan lebih dari 4,5 tahun.
“Data ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan proses pendidikan di UBT yang pelan-pelan kita lakukan perbaikan di berbagai aspek,” kata Yahya dalam sambutannya.
Secara keseluruhan, wisuda kali ini meluluskan 755 mahasiswa yang terdiri atas 162 lulusan Program Magister (S2) dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78, sebanyak 567 lulusan Program Sarjana (S1) dengan rata-rata IPK 3,58, tiga lulusan Diploma III (D3) dengan rata-rata IPK 3,09, serta 23 lulusan Program Profesi dengan rata-rata IPK 3,82.
Yahya menegaskan, wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar. Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh lulusan merupakan amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Wisuda hari ini menandakan bukan berakhirnya proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru yang akan saudara emban,” ujarnya.
Selain memaparkan capaian akademik, Yahya juga menyoroti sejumlah prestasi mahasiswa UBT di tingkat nasional maupun internasional.
Di tingkat nasional, tiga mahasiswa UBT berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kemendikbudristek. Sementara di tingkat internasional, empat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengikuti Program Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) di sejumlah perguruan tinggi di Filipina.
UBT juga mengirim mahasiswa Agroteknologi mengikuti Korea Agri-Youth Leadership Program, serta mahasiswa Program Studi Akuakultur yang menyelesaikan program Young Talents Exchange Course di Saga University, Jepang.
Pada kesempatan itu, Yahya turut meminta maaf kepada orang tua wisudawan yang tidak dapat masuk ke ruang utama wisuda, karena keterbatasan kapasitas gedung. Dia mengatakan UBT masih berupaya mewujudkan pembangunan gedung serbaguna atau GOR, agar pelaksanaan wisuda mendatang dapat menampung seluruh orang tua dan tamu undangan dalam satu lokasi.
“Kami berharap ke depan dapat memiliki fasilitas yang lebih memadai, sehingga seluruh orang tua dapat mendampingi putra-putrinya secara langsung saat wisuda,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


