Layanan Cuci Darah RSUD Tanjung Selor Masih Terbatas, Gedung HD Baru Ditarget Beroperasi Akhir Tahun

TANJUNG SELOR – Direktur RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, dr. Widodo, membenarkan layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah di rumah sakit yang dipimpinnya masih terbatas.

Kondisi tersebut dipengaruhi terus meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal kronis yang membutuhkan terapi rutin, sementara kapasitas pelayanan yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan.

Menurut dr. Widodo, layanan hemodialisa di RSUD Tanjung Selor telah beroperasi sekitar dua tahun lalu. Pada awal pembukaan, rumah sakit hanya memiliki empat unit mesin hemodialisa yang kemudian ditingkatkan menjadi tujuh unit untuk memenuhi kebutuhan pasien.

“Awalnya kita mulai dengan empat mesin hemodialisa. Kemudian saat ini sudah ada tujuh mesin hemodialisa yang dioperasikan,” ujarnya, saat diwawancarai Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pada awalnya kapasitas tersebut masih mampu melayani pasien. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah penderita gagal ginjal kronis stadium lanjut yang membutuhkan terapi cuci darah terus meningkat sehingga kapasitas layanan menjadi tidak lagi mencukupi.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan. Dengan penambahan sumber daya manusia yang telah terlatih, saat ini tujuh mesin tersebut sudah bisa dioperasikan dalam satu shift pelayanan,” jelasnya.

Meski demikian, kapasitas yang ada saat ini masih belum mampu mengakomodasi seluruh pasien yang masuk dalam daftar tunggu. Sebagian pasien juga masih harus menjalani tahapan persiapan sebelum dapat menjalani layanan HD secara rutin di RSUD Tanjung Selor.

Menurutnya, beberapa pasien masih menjalani proses pematangan akses vaskular melalui operasi pembuatan fistula arteri-vena atau yang dikenal dengan operasi Cimino. Setelah operasi dilakukan, pasien masih harus menjalani kontrol dan proses pematangan pembuluh darah yang saat ini masih ditangani di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan.

“Karena itu ada beberapa pasien yang selama proses pematangan Cimino masih menjalani hemodialisa di rumah sakit Tarakan,” katanya.

Di tengah tingginya kebutuhan layanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan telah membangun gedung hemodialisa baru untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di RSUD Tanjung Selor.

“Alhamdulillah Pemda Bulungan sekarang membangunkan gedung HD yang baru. Kapasitasnya diperkirakan dapat menampung sekitar 13 sampai 14 tempat tidur,” ungkapnya.

Ia menyebut pembangunan fisik gedung telah rampung dan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bulungan. Aset tersebut juga telah resmi diserahterimakan kepada pihak rumah sakit pada pertengahan Juni lalu.

“Saat ini kami sedang berproses bersama pihak kerja sama operasional (KSO), yaitu PT Menjangan Jakarta. Persiapannya sudah memasuki tahap penambahan unit HD untuk memenuhi kekurangan kapasitas yang selama ini masih terjadi,” ujarnya.

RSUD Tanjung Selor, lanjutnya, kini tengah melakukan percepatan agar penambahan kapasitas layanan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan hemodialisa.

Selain penambahan mesin, operasional gedung baru juga memerlukan instalasi Reverse Osmosis (RO), yakni sistem pengolahan air steril yang menjadi komponen utama dalam proses cuci darah. Instalasi tersebut menjadi syarat wajib sebelum layanan dapat dipindahkan ke gedung baru.

“Instalasi RO ini dibangun oleh pihak KSO atau vendor yang menjadi mitra kerja sama operasional. Kami sudah dua kali menggelar pertemuan untuk mematangkan persiapan pembangunan sistem RO beserta gedung pendukungnya. Setelah semuanya selesai, baru pelayanan bisa dipindahkan ke gedung baru dengan kapasitas yang lebih besar,” terangnya.

Ia berharap seluruh proses ini dapat diselesaikan sesuai target sehingga gedung HD baru sudah dapat difungsikan pada akhir tahun ini.

“Target kami akhir tahun mudah-mudahan sudah bisa pindah ke gedung baru dengan kapasitas yang lebih besar. Harapannya seluruh daftar tunggu bisa terlayani, kecuali pasien yang masih menjalani proses pematangan Cimino atau yang membutuhkan penanganan khusus oleh dokter spesialis ginjal konsultan yang saat ini masih tersedia di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan,” tuturnya.

Apabila instalasi RO telah selesai dibangun dan mesin hemodialisa tambahan telah tersedia, pihak rumah sakit akan segera mengajukan proses kredensial kepada BPJS Kesehatan agar layanan di gedung baru dapat segera dioperasikan untuk masyarakat Bulungan.

“Kalau RO sudah selesai, tinggal mesin datang. Setelah itu kami langsung mengajukan approval ke BPJS untuk proses kredensial sehingga pelayanan bisa segera diberikan kepada masyarakat,” tutupnya.(*)

Pewarta: Martinus

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER