Disdik Tarakan Siapkan Tes Seleksi SNT Jika Peminat Membeludak

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menyiapkan mekanisme tes seleksi untuk penerimaan peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), apabila jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia. Seleksi tersebut baru akan dilaksanakan setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP rampung.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto, menjelaskan, peserta yang berhak mengikuti seleksi merupakan siswa yang telah dinyatakan lolos SPMB dan diterima di SMP. Setelah itu, siswa berprestasi dapat mendaftar untuk mengikuti seleksi masuk SNT.

“Setelah SPMB reguler selesai, baru kami buka seleksi. Sasarannya anak-anak berprestasi yang sudah diterima di sekolah masing-masing. Mereka nanti bisa mengikuti seleksi lagi untuk masuk ke Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Edhy mengatakan, tes hanya akan diberlakukan jika jumlah peminat melampaui daya tampung yang disiapkan pemerintah. Melalui mekanisme tersebut, Disdik ingin memastikan siswa yang diterima benar-benar memiliki kemampuan akademik terbaik.

“Kalau peminatnya lebih banyak daripada kuota, tentu akan dilakukan tes lagi sehingga benar-benar diperoleh siswa yang terbaik. Program ini memang dipersiapkan untuk mencetak anak-anak berprestasi, yang nantinya bisa melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas unggulan,” katanya.

Dia menjelaskan, Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui sistem pembelajaran yang lebih terarah. Meski berstatus sekolah khusus, peserta didik tetap belajar seperti sekolah reguler dan tidak diwajibkan tinggal di asrama.

“Anak-anak tidak tinggal di asrama, tetap pulang ke rumah masing-masing. Tetapi nanti akan ada fasilitas antar-jemput. Selain itu fasilitas pembelajaran juga akan dilengkapi sesuai kebutuhan program,” jelasnya.

Menurut Edhy, SNT merupakan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kota Tarakan menjadi salah satu dari 15 daerah pertama di Indonesia, yang dipercaya melaksanakan program tersebut.

“Kita bersyukur Tarakan menjadi salah satu dari 15 daerah pertama di Indonesia, yang dipercaya menjalankan program ini. Artinya daerah kita dinilai siap untuk melaksanakan Sekolah Nasional Terintegrasi,” tuturnya.

Disdik berharap seluruh rangkaian SPMB berjalan lancar, sehingga proses seleksi SNT dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal. Kehadiran program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak siswa berprestasi, yang siap bersaing di perguruan tinggi unggulan.

“Mudah-mudahan seluruh tahapan SPMB berjalan lancar, dan program Sekolah Nasional Terintegrasi dapat segera dimulai sesuai jadwal,” tutupnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER