Sekolah Rakyat Tarakan Diminati, Ratusan Calon Siswa Berebut Kuota

TARAKAN – Minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat Tarakan terus meningkat. Hingga akhir Juni 2026, jumlah calon siswa yang mengikuti proses penjangkauan telah mencapai 369 orang, melampaui kuota yang disediakan sebanyak 270 siswa.

Kepala Dinas Sosial Tarakan, Arbain, mengatakan tingginya jumlah calon siswa menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program pendidikan gratis yang diinisiasi pemerintah. Dari total 369 calon siswa, mayoritas berasal dari Kota Tarakan, sementara sekitar 10 orang berasal dari kabupaten lain di Kalimantan Utara.

“Target kita 270 siswa. Sampai data terakhir yang kami terima sudah ada 369 calon siswa yang mengikuti penjangkauan. Angka ini kemungkinan masih bertambah karena prosesnya masih berlangsung,” katanya, Kamis (2/7/2026).

Arbain menjelaskan, kuota 270 siswa tersebut akan dibagi untuk tiga jenjang pendidikan, masing-masing 90 siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA. Setiap jenjang terdiri atas tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas.

Meski jumlah pendaftar telah melebihi kuota, seluruh calon siswa belum otomatis diterima. Dinas Sosial bersama tim akan melakukan rapat pleno untuk menentukan peserta yang memenuhi kriteria sebelum ditetapkan oleh kepala daerah.

“Nanti akan diplenokan dulu. Setelah itu diusulkan kepada kepala daerah untuk penetapan. Jadi tidak semua yang terjangkau langsung diterima,” ujarnya.

Dia menambahkan, Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi entry, sehingga tidak hanya menerima anak yang baru masuk sekolah, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak yang putus sekolah maupun yang ingin melanjutkan pendidikan sesuai jenjang terakhir yang ditempuh.

Di sisi lain, Arbain mengakui proses belajar peserta didik baru masih menunggu penyelesaian gedung permanen Sekolah Rakyat yang saat ini dibangun di Jalan Sabindo, Kelurahan Juata Laut. Progres pembangunan terakhir mencapai sekitar 64 persen sehingga jadwal masuk siswa baru akan disesuaikan dengan kesiapan bangunan.

Karena itu, dia meminta para orang tua yang telah mendaftarkan anaknya agar tidak membatalkan keikutsertaan meski proses belajar belum dapat dimulai bersamaan dengan sekolah reguler.

“Kami berharap orang tua tetap bersabar dan tidak menarik anaknya. Sekolah Rakyat tetap berjalan. Semua biaya pendidikan ditanggung negara sebagai upaya pemerintah membantu masyarakat dan memutus rantai kemiskinan,” pungkasnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER