TARAKAN – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, masih terus berlangsung. Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan tercatat baru mencapai 64,52 persen, sehingga belum siap digunakan untuk menampung peserta didik baru pada awal tahun ajaran.
Kepala Dinas Sosial Tarakan, Arbain, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan pembangunan. Meski progres fisik terus bertambah, target penyelesaian yang dipercepat diperkirakan belum dapat tercapai.
“Menurut pemantauan kami sampai minggu lalu, progresnya baru 64,52 persen. Sekarang mungkin sudah bertambah sedikit, tetapi untuk mengejar target yang ditetapkan sepertinya belum memungkinkan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Dia menjelaskan, kontraktor saat ini memprioritaskan penyelesaian ruang kelas beserta asrama siswa. Sementara sejumlah fasilitas penunjang lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Yang dikebut sekarang ruang belajar dengan asramanya. Sedangkan aula, dapur, tempat ibadah, ruang UKS, ruang guru, rumah guru, dan fasilitas pendukung lainnya masih dalam proses,” katanya.
Meski belum rampung sepenuhnya, beberapa ruang belajar sudah mulai dilengkapi meja dan kursi. Arbain optimistis pembangunan akan terus menunjukkan kemajuan hingga gedung siap difungsikan.
Akibat pembangunan yang belum selesai, proses belajar peserta didik baru Sekolah Rakyat, akan menyesuaikan kesiapan gedung permanen. Sementara itu, siswa angkatan sebelumnya tetap menjalani kegiatan belajar di gedung sementara eks LLK Tarakan.
“Kami mengikuti arahan pemerintah pusat. Pemindahan siswa ke gedung permanen dilakukan setelah pembangunan benar-benar siap,” jelasnya.
Arbain juga meminta orang tua yang telah mendaftarkan anaknya, agar tidak membatalkan keikutsertaan di Sekolah Rakyat hanya karena jadwal masuk mengalami penyesuaian.
“Jangan menarik anaknya. Sekolah Rakyat tetap berjalan. Mohon bersabar karena ini hanya menunggu pembangunan selesai,” tegasnya.
Di tengah proses pembangunan, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat tetap tinggi. Dari target 270 peserta didik, Dinas Sosial Tarakan telah menjaring 369 calon siswa. Mayoritas berasal dari Tarakan, sementara sebagian kecil berasal dari kabupaten lain di Kalimantan Utara.
Seluruh calon siswa tersebut, nantinya akan melalui proses seleksi dan penetapan sebelum resmi diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


