TANJUNG SELOR – Anggota Komisi II DPRD Bulungan, Mendan Anye, mulai melaksanakan kegiatan reses di sejumlah wilayah Kecamatan Peso dan Kecamatan Peso Hilir. Dalam agenda yang berlangsung selama beberapa hari ke depan itu, ia mengunjungi Desa Brun, Desa Long Beluah, serta beberapa desa lainnya untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Reses merupakan agenda konstitusional yang rutin dilaksanakan anggota DPRD, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat di daerah pemilihannya.
Melalui reses ini, wakil rakyat turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, sekaligus menghimpun usulan pembangunan yang akan diperjuangkan melalui DPRD maupun disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Bulungan.
Kepada wartawan, Mendan mengatakan masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan maupun persoalan yang selama ini dihadapi, baik terkait pembangunan fisik maupun pelayanan publik.
“Iya, saya menggelar reses di Kecamatan Peso dan Peso Hilir. Ada di Desa Brun dan Long Beluah serta beberapa kampung yang sudah ditentukan. Nanti di lapangan kita menyesuaikan apa yang menjadi keluhan dan masukan masyarakat kepada pemerintah yang disampaikan langsung ke DPRD,” ujar Mendan, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, reses menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga dicatat sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah.
Seluruh masukan yang diterima akan dipilah berdasarkan skala prioritas, agar dapat diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD. Ia menjelaskan, usulan yang disampaikan masyarakat umumnya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, hingga kebutuhan lain yang mendukung kesejahteraan masyarakat di desa.
“Saat reses ini nanti masyarakat bisa menyampaikan usulan terkait pembangunan di desanya, baik yang menyangkut infrastruktur, kesehatan maupun fasilitas pendidikan,” terangnya.
Mendan menegaskan, seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi perhatian DPRD Bulungan. Meski tidak seluruh usulan dapat direalisasikan dalam waktu singkat, karena keterbatasan anggaran dan mekanisme perencanaan, pihaknya berkomitmen mengawal setiap aspirasi agar dapat masuk dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Kita sadari lewat aspirasi saja tidak cukup, untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan masukan masyarakat. Tapi saya berharap, paling tidak ini bisa membantu mengawal apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat setempat,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai usulan yang berkaitan dengan sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan maupun bidang lainnya akan didokumentasikan sebagai bahan pembahasan di DPRD Bulungan.
Selanjutnya, aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pemerintah daerah agar dapat dipertimbangkan dalam penyusunan program pembangunan, sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


