JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 35 poin ke level Rp17.880 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.845.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah menguatnya dolar AS yang didorong sentimen global serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Pengamat ekonomi dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS dipicu membaiknya sentimen pasar setelah muncul laporan mengenai draf kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
“Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sementara negosiasi terus berlanjut mengenai program nuklir Iran dan isu-isu keamanan regional,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, perkembangan tersebut sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, meski risiko geopolitik masih membayangi karena aktivitas pelayaran di Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati data inflasi Amerika Serikat yang masih berada di atas ekspektasi.
Kondisi tersebut memperkuat perkiraan bahwa Federal Reserve atau bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
“Inflasi pengeluaran konsumsi pribadi yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama,” ujarnya.
Ibrahim menambahkan, pelaku pasar turut merespons perlambatan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal pertama 2026 serta kenaikan klaim pengangguran mingguan yang melebihi perkiraan.
Faktor-faktor tersebut membuat pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah, masih berada dalam tekanan.
“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 35 poin, sebelumnya sempat melemah 55 poin di level Rp17.880 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.845,” katanya.
Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.880 hingga Rp17.940 per dolar AS, dengan rentang perdagangan mingguan berada di level Rp17.800 sampai Rp18.100 per dolar AS. (MK)
Pewarta: Fajri
Editor: Agus S


