SAMARINDA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyoroti pentingnya penguatan ideologi kader di tengah dinamika politik dan perubahan sosial yang terus berkembang.
Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Sarasehan dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bertema “Gerak Bersama Membangun IMM Kaltim” yang digelar di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang mempertemukan kader aktif dan para demisioner IMM itu menjadi ruang diskusi mengenai arah gerak organisasi serta tantangan regenerasi kader di Kalimantan Timur. Para peserta yang mengenakan jas merah maroon khas IMM tampak mengikuti forum dengan serius dalam suasana penuh kekeluargaan.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Andri Rifandi mengatakan penguatan hubungan antara kader muda dan alumni menjadi hal penting agar IMM tetap memiliki pijakan ideologis yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kader dan alumni. Kami ingin pengalaman para pendahulu dapat menjadi bekal bagi kader muda dalam memahami arah perjuangan IMM,” ujarnya.
Menurut Andri, sejumlah tokoh dan demisioner IMM yang hadir dalam sarasehan turut memberikan pandangan mengenai tantangan organisasi mahasiswa di tengah kondisi politik nasional saat ini. Ia menilai kader IMM perlu memahami sejarah perjuangan organisasi agar tidak kehilangan orientasi gerakan.
“Kami berharap peserta bisa mengenal sejarah IMM Kaltim lebih dekat sekaligus memperkuat semangat kolektif menghadapi agenda besar organisasi ke depan,” katanya.
Sarasehan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh IMM, di antaranya mantan Ketua Umum DPP IMM periode 1995–1997 Syahril Syah, Ketua Fokal IMM Kaltim Masykur Sarmian, mantan Ketua Umum DPD IMM Kaltim periode 2008–2010 Fitroh Asriadi, serta mantan Ketua Umum DPD IMM Kaltim periode 2015–2017 Zainuddin.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Siswanto Sunandar menilai kader IMM perlu memahami dasar perjuangan organisasi agar tidak mudah terpengaruh dinamika politik praktis.
Ia mengingatkan organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab menjaga nilai ideologis dan intelektualitas kader di tengah situasi politik yang dinilai semakin kompleks.
“Agar kita tidak kehilangan dasar dan landasan. Lebih-lebih di tahun politik dan situasi dunia politik saat ini, sering kali banyak yang tidak membaca dan memahami langkah serta tujuan perjuangan itu sendiri,” tegasnya.
Melalui sarasehan dan Rakorda tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berharap konsolidasi organisasi semakin kuat sekaligus mempererat hubungan kader muda dan alumni dalam menjaga keberlangsungan gerakan IMM di Kalimantan Timur. (MK)
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S


