BONTANG — Kualitas keamanan pangan di Kota Bontang menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau lebih teliti dalam memilih dan mengolah makanan demi menjaga kesehatan sehari-hari.
Berdasarkan hasil penilaian program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA), skor Kota Bontang meningkat dari 33,6 persen menjadi 73 persen. Angka tersebut melampaui standar minimal 60 persen yang ditetapkan dalam program keamanan pangan nasional.
Capaian itu dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas pengawasan serta pengelolaan pangan di Kota Bontang.
Peningkatan tersebut juga mencerminkan mulai tumbuhnya kesadaran pelaku usaha maupun masyarakat terkait pentingnya keamanan pangan.
Direktur Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menyebut capaian tersebut sebagai langkah maju yang patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas pangan harus dijaga secara konsisten, terutama di lingkungan rumah tangga dan usaha kecil.
“Peran masyarakat sangat penting. Mulai dari memastikan bahan makanan segar, memperhatikan kebersihan, hingga cara penyimpanan yang benar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan keamanan pangan berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat secara luas.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pangan, bukan hanya mengandalkan pengawasan pemerintah.
“Kesadaran masyarakat adalah faktor utama. Jika dari rumah tangga sudah baik, maka dampaknya akan luas,” katanya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli makanan, seperti memeriksa tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, hingga kebersihan tempat penjualan.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan makanan dimasak hingga matang dan disimpan pada suhu yang tepat untuk menghindari risiko kontaminasi.
Dengan peningkatan tersebut, Kota Bontang dinilai memiliki potensi menjadi salah satu daerah dengan standar keamanan pangan terbaik. Namun, keberlanjutan capaian itu tetap bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kualitas konsumsi sehari-hari. (MK)
Penulis: Syakurah
Editor: Agus S


