
TARAKAN – DPRD Kota Tarakan merespons serius berbagai keluhan pengurus Koperasi Merah Putih (KMP), terkait pembangunan gerai yang dinilai minim transparansi dan pelibatan. Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, menegaskan pihaknya menemukan sejumlah persoalan krusial berdasarkan laporan yang disampaikan para pengurus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Salah satu yang disoroti adalah kurangnya keterbukaan dalam pembangunan fisik gerai KMP. Banyak pengurus koperasi disebut tidak dilibatkan dalam pengawasan, bahkan tidak mengetahui rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis bangunan.
“Padahal, mereka inilah yang nantinya akan menerima aset tersebut dan mengelolanya. Jangan sampai barang sudah jadi baru diserahkan, tapi ternyata tidak sesuai standar atau kebutuhan,” tegas Simon, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, DPRD juga mengkritik penggunaan tenaga kerja dari luar daerah dalam proyek tersebut. Menurut Simon, alasan minimnya kemampuan tenaga kerja lokal tidak bisa terus dijadikan pembenaran.
Tak kalah penting, DPRD menaruh perhatian pada aspek kesejahteraan pengurus koperasi. Simon menekankan perlunya kejelasan dan keadilan dalam regulasi pemberian insentif bagi pengurus di tingkat kelurahan.
Menindaklanjuti berbagai temuan tersebut, Komisi II DPRD Tarakan memastikan akan segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Langkah ini diambil untuk mencocokkan laporan yang diterima dengan kondisi riil pembangunan di sejumlah titik. “Kami mendukung program ini karena sangat bagus untuk masyarakat, tapi tata kelolanya harus benar sejak awal agar tidak menjadi masalah hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan, Ardiansyah, menjelaskan KMP merupakan program kolaborasi Kementerian Pertahanan dengan Pemkot Tarakan.
Terkait peralihan sistem dari dana hibah ke pembangunan fisik langsung, hal itu dilakukan demi akuntabilitas. ”Kami sependapat bahwa harus ada sinergi. Mengenai insentif pengurus, kami akan mengonsultasikan formulasinya karena ini program khusus untuk ketahanan pangan dan menekan inflasi,” ujar Ardiansyah.
Diketahui, sebanyak 20 gerai KMP direncanakan dibangun di Kota Tarakan. Saat ini, pembangunan telah berjalan di beberapa lokasi, di antaranya Juata Permai, Kampung Empat, dan Karang Harapan. (ADV/Ade Prasetia)
Editor: Yusva Alam


