Pengawasan Diperketat, Ratusan Sapi dari Luar Daerah Masuk Tarakan Diuji Bertahap

TARAKAN – Masuknya ratusan sapi dari luar daerah ke Tarakan mendapat pengawasan ketat dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat sebelum diedarkan ke masyarakat.

Paramedik BKHIT Kaltara, Bambang Suryono Nadi, mengatakan setiap pengiriman sapi yang tiba langsung menjalani pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel secara acak di sejumlah kandang. “Setiap ada pemasukan sapi, pasti kita lakukan pemeriksaan. Ini sudah menjadi rutinitas untuk memastikan tidak ada penyakit yang masuk,” ujarnya saat ditemui, Selasa (21/4/2026).

Dia menjelaskan, pengambilan sampel tidak dilakukan sembarangan, melainkan dengan melihat kondisi fisik hewan. Sapi yang menunjukkan gejala tertentu akan menjadi prioritas pemeriksaan lebih lanjut. “Kalau ada yang terlihat kurang sehat atau ada indikasi, itu yang kita dahulukan untuk diuji,” katanya.

Sejauh ini, dari total rencana pemasukan sekitar 1.500 ekor sapi dari Gorontalo, baru sekitar 700 ekor yang telah tiba di Tarakan. Pemeriksaan akan terus dilakukan seiring kedatangan sapi berikutnya.

Bambang memastikan, jika dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit, maka penanganan akan langsung dilakukan, termasuk karantina dan pengobatan hingga hewan dinyatakan sehat. “Kalau ada temuan, pasti langsung kita tindak lanjuti. Tujuannya agar sapi yang beredar benar-benar aman,” tegasnya.

Dia menambahkan, langkah pengawasan ini penting untuk menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus melindungi masyarakat dari potensi penyebaran penyakit.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER